6-Twisted

Bae-by…. bae-by….. suara BaeWon dan Yuri onni yang dijadikan ringtone handphone Keiko terdengar lantang mengumandang.

Keiko mereaba-raba meja kecil yang terletak di sebelah kasurnya. Pertama-tama ia salah, bukanya hp, dy malah angkat remote tvnya. Ia kembali meraba-raba dan kali berhasil.

“Ha-lo.” jawab Keiko serak.

“LEE KEIKO, LO DIMANA?!” pekik Anna, suara cewek itu jadi semakin cempreng. Keiko menjauhkan kupingnya dari handphone dan membiarkan Anna berteriak sepuasnya. Setelah hpnya tidak mengeluarkan pekikan Anna lagi, ia baru mendekatkan kupingnya kembali.

“Sorry, gw baru balik subuh tadi. Ntar ketemu di Starbucks aja jem 4 ok.” ucap Keiko lalu menutup telpon tanpa memberi kesempatan pada Anna untuk memprotesnya. Jam 3, Keiko bangun dengan segar. Dia sudah sering bergadang, karena kerja di PubTeen juga membuatnya pulang pagi terus. Hanya saja, mata Keiko masih perih, dia sudah lama tidak menatap layar komputer selama itu.

Keiko memindahkan file video dari USB ke laptop dan mengcopynya juga ke dalam CD untuk diserahkan pada jury nanti.

Keiko mandi, dan bersiap. Sebelum berangkat ke Starbucks, Keiko menyempatkan diri untuk mini market, mengambil baju Max. Mini market ada di persimpangan besar.

Masuk ke mini market, Keiko memilih susu terlebih dahulu. Menu sarapannya setiap hari. Keiko membayar dan langsung meminumnya sambil menunggu ahjumma penjaga laundry mengambil pakaiannya.

“Kok elo bisa di sini?”

Keiko nyaris tidak mengenali cowok di hadapannya. Kalau bukan karena Max masih menggunakan parka orange yang sama seperti kemarin. Dengan beanie dan jenggot palsu, Max berubah seperti om-om tua.

“Elo kok di sini?” tanya Keiko balik.

Max malah tertawa mendengar pertanyaan Keiko. Cewek yang satu ini memang menggemaskan. Dia punya banyak ekspresi. Max tidak akan pernah bosan dengannya.

“Rumah elo di deket sini?” tanya Max. Keiko menunjuk gang rumahnya.

Max ber-ooo mengerti. Kenapa mereka tidak pernah bertemu sebelumnya?

“Mau ke TV-B?” tanya Max menilai pakaian yang dikenakan Keiko terlalu rapi untuk keluar rumah di hari Sabtu.

“Iyah, mau nyerahin hasil clip kemarin. Itu test terakhir sebelum qta diterima di TV-B.” ucap Keiko polos, sama sekali lupa kalau Anna berbohong mengenai status pekerjaan kami.

“Lho, bukannya kalian memang sudah bekerja di TV-B?” tanya Max bingung.

“Ehm, sebetulnya qta belum diterima. Maaf yah, Anna memang, yah begitulah.” Keiko berusaha jujur padanya. Lagipula Keiko memang tidak suka kalau harus menipu mereka untuk hal kecil seperti ini. Max cukup mengerti dan tidak bertanya lebih jauh.

“Mau gw anter? sekalian gw ke kantor?” tanya Max.

“Ga apa, gw naik bus aja. Gw masih harus mampir ke Starbucks. Anna dan Doc menunggu di sana.”

“Ikut aja.” Max merebut tentengan laundry dari ahjumma dan mendorong Keiko masuk ke mobilnya. Sama sekali tidak peduli dengan aksi protes Keiko.

Max terlihat cukup puas, karena Keiko langsung manut dan duduk dengan manis di sampingnya. Max betul-betul ingin mencubit pipi Keiko saat itu juga.

“Lo tinggal sendiri?” tanya Max berusaha membuat Keiko lebih relax. Hari ini Max membawa mobilnya sendiri.

“Engga sama temen gw. Tadinya Yuri onni juga tinggal dengan kami. Tapi 1 tahun yang lalu dia married.”

“Oh, lo punya kakak?”

“Iyah, dia lebih tua 3 tahun. Kalian pasti kenal dengannya. Dia pembawa acara kuliner Fight for Food.”

“Eh, Lee Yuri?” tanya Max. Dia sudah menduga kalau Max mengenal kakaknya. Karena mereka juga sempat datang ke acara kakaknya sebagai bintang tamu.

“Sekarang namanya Han Yuri. Dia kan sudah menikah.” ralat Keiko.

“Ah betul dia menikah dengan pengacara terkenal kan.”

“Kalian tidak mirip.” komentar Max setelah menatap Keiko dari atas ke bawah..

“Gw anak angkat.” jawab Keiko santai.

Keiko mengetahuinya sejak kecil. Ibunya yang memberitahu. Menurut dia, Keiko berhak tahu. tapi kasih sayang yang diberikan mereka tidak pernah kurang ataupun berbeda dengan Yuri-onni. Begitu pula dengan onni, dia kakak terbaik yang bisa kumiliki.

“Maaf.” Max menyesal karena sudah menanyakan itu. Dimatanya Keiko sama sekali tidak terlihat seperti anak yatim piatu.

“Ga apa, mereka sangat mencintai gw kok. Yang rugi orang tua kandung gw.” Keiko menjawab dengan senyum puas. Umma selalu menekankan betapa rugi si  ibu kandungnya itu karena membuang anak perempuan semanis dan sepandai dirinya.

Max suka dengan sikap positif Keiko. Tidak banyak orang yang bisa memandang masalah ini dengan pikiran terbuka. Mereka terus membicarakan hal-hal lainnya. Seputar pekerjaan Fox-T dan keluar Keiko. Mereka juga bertukar nomor handphone.

Himnae.” ucap Max memberi semangat setelah menurunkan Keiko di depan Starbucks. Keiko melambaikan tangan dan berjalan masuk.

“Lo dianter siapa?” sambut Anna di pintu masuk.

“Max.”

Wajah Anna langsung berubah cerah mendengar Max yang mengantar Keiko, bukan Jack.

“Awas yah, jangan deket-deket dengan Jack, itu inceran gw. Kalo elo temen gw, lo harusnya mundur. Karena gw yang kenal dia duluan.” Anna memperingati lalu kembali ke tempat duduknya tanpa mengajak Keiko.

Keiko mengakat alisnya, bingung. Ada juga cewek yang percaya dirinya selangit seperti itu. Keiko sama sekali tidak ambil pusing. Toh, Keiko memang tidak menaruh hati pada mereka.

Keiko memberi dvdnya pada Doc. Doc dengan cepat memasukannya ke laptop dan memutarnya. Keiko sudah menambahkan beberapa line untuk menjelaskan alur cerita. Film dimulai dengan layar hitam dengan tulisan putih, “When love is the only thing you can’t have.”

Musik Jack terdengar dan mengiringi seluruh adegan. Mereka menonton dengan diam sampai layar kembali hitam.

“Wuaaaah, akting gw keren banget. Lagunya juga bagus banget.” pekik Anna girang.. Keiko hanya mencibir, mulai terbiasa dengan sikap Anna.

“Lagunya siapa Kei?” tanya Doc.

“Jack yang…”

Belum selesai Keiko berbicara Anna sudah memekik kegirangan, “Hah? Jack membuatkan lagu untukku?”.

Keiko melongo menatap Anna, sedangkan Doc mengibaskan tangannya, minta Keiko untuk tidak mempedulikannya. Tampaknya Doc juga sedikit kesal dengan daya imajinasi Anna yang terlalu tinggi. Atau dia cemburu? Keiko tidak bisa menebak dengan pasti.

“Yah, gw rasa ini cukup untuk penjurian. Dengan FOX-T sebagai pemerannya saja sudah membuat clip ini istimewa.” ucap Doc yakin.

Mereka kembali ke gedung TV-B dengan mobil Doc. Ternyata dia mengunakan Porshe Cayenne. Keiko jadi minder, sepertinya hanya dia yang berasal dari keluarga biasa-biasa.

Semua kelompok mengumpulkan CD ke PD Yo. Para juri sudah duduk di belakang ruangan dan siap melihat hasil kerja para kandidatnya.

Selesai film diputar. Mrs Joo langsung menyuruh setiap kelompok untuk mempresenasikannya.

“Siapa yang ingin maju terlebih dulu?” tanya Mrs Joo

Anna langsung maju. Dengan profesional, Anna mencerita alur cerita, bahan dasar dan siapa saja yang terlibat. Keiko cukup puas dengan presentasi yang dibawa Anna. Setidaknya dia dapat diandalkan untuk berbicara dengan publik. Kalau dipikir-pikir, grup mereka sangat sempurna, mereka memiliki otak, mulut dan tangan. Otaknya Doc, karena dia selalu bisa memberi ide cemerlang, Mulut bagian publikasi adalah Anna yang ceriwis dan memikat. Sedangkan Keiko bagian kerja kasar.

“Kalau begitu So Anna, apa tujuan dari clip yang anda buat?” tanya Mrs. Joo.

Keiko dan Doc saling bertatapan. Mereka sama sekali tidak mempersiapkan Anna untuk menjawab pertanyaan. Keiko dan Doc menatap Anna yang mematung sesaat, tapi dia berpikir dengan menjawab.” Untuk menjawab pertanyaan yang satu ini, saya mempersilahkan Lee Keiko untuk maju.”

Anna itu pintar sekali, untuk berdalih dan berkelit. Kemampuan bertahan hidup yang harus dimiliki semua orang di bisnis hiburan ini. Keiko merasa dia harus banyak belajar dari Anna. Tapi sebelum itu, dia harus menyelamatkan kelompoknya dulu. Keiko berdiri dan maju ke depan mengantikan Anna.

“Tujuan dari clip yang kami buat tentu saja adalah rating. Menggunakan FOX-T yang saat ini menjadi magnet dunia hiburan adalah kunci utama.” Keiko diam sebentar untuk memberi impact lebih dahsyat sebelum melanjutkan ucapannya. “Saat ini, kami tidak hanya menawarkan keahlian kami tapi juga drama singkat dengan FOX-T sebagai pemerannya. Semua dalam satu paket.” ucap Keiko cepat dan tegas.

Seluruh orang di ruangan gempar mendengar pernyataan tersebut. Belum pernah dalam sejarah TV-B seorang pelamar kerja bisa menawarkan proyek.

“Tenang, tenang.” perintah PD Yo. Semua orang kembali diam.

“Menarik, Jadi kalian tidak hanya melamar pekerjaan tapi langsung menyediakan perkerjaan itu sendiri untuk kalian? Hebat. Hebat.” ucap Mrs. Joo.

Keiko tersenyum senang, karena Mrs.Joo mengerti arah pembicaraannya. Sedangkan Mrs Joo semakin senang karena pilihanya tidak meleset. Anak ini pasti bisa membuat TV-B makin besar lagi. Tapi Mrs Joo masih punya satu tes kecil untuknya.

“Baik, silahkan tunggu di luar. Kami akan melakukan rapat darurat untuk menentukan hasilnya.” ucap Mrs.Joo.

Semua calon berdiri dan berjalan keluar ruangan. Lalu duduk dengan kelompoknya masing-masing.

“Lo gila yah! Gimana kalau mereka sampai menolak?” tanya Anna gusar.

“Tenang Na, gw yakin banget mereka ga akan melepas kita.” ucap Keiko percaya diri. “Clip yang kita buat jauh lebih baik dari semua saingan kita. Gw punya plan. tapi ini perlu kerjasama kalian.”

Anna dan Doc mendengarkan dengan serius.

“Dari Clip yang kita buat tadi. Gw dapet ilham untuk mengembangkannya menjadi drama serial atau sebuah film. Dengan Doc sebagai sutradara. Seluruh member Fox-T menjadi pemainnya. Elo dan gw sebagai staff.”

“Yah, tapi Kei, gw belum nyiapin skrip apa-apa. Bagaimana kalau mereka menanyakan alur ceritanya?” kekhawatiran Doc lebih masuk akal. Keiko berpikir cepat.

“Kalau dalam waktu sekejap lo bisa membuat klip 5 menit. Lo hanya butuh beberapa hari untuk membuat film berdurasi 45 menit kan? Gw menyebut drama, tapi itu semua gampang kok asal elo sudah punya garis besar ” ucap Keiko meyakinkan Doc. Doc hanya mengaruk-garuk kepala.

“Sekarang, kira-kira lo uda dapet garis besar ceritanya kan?”

“Yah, kurang lebih.” ucap Doc tidak yakin.

“Nah itu sudah cukup untuk permulaan, Terus berpikir Doc, jangan biarkan ide lo mampet di sini.” Keiko tersenyum meyakinkan Doc.

Doc menurut dan mulai mengetik di laptopnya. Keiko benar, kalau dia tidak mau semua ide yang membanjiri otaknya saat ini menguap, lebih baik dia segera mencurahkannya ke dalam tulisan.

Sebetulnya Doc sudah punya banyak ide sejak pembuatan klip kemarin. Doc bahkan sudah mengetik beberapa bab adegan lanjutannya. Sekarang dia cukup merangkai beberapa hasil kerjaannya dulu dan menyatukannya menjadi drama lebih panjang.

Satu jam berlalu, para juri masih belum keluar. Anna makin gelisah, dia sudah keluar masuk toilet berkali-kali. Sedangkan Doc terus mengetik tanpa berbicara. Keiko memasang i-pod, dan duduk dengan tenang. Dibiarkannya otaknya bekerja dan menyiapkan beberapa strategi lagi. Keiko tahu, Mrs Joo tidak mungkin memakan omongannya mentah-mentah.

Kendala paling besar yang dihadapinya adalah untuk meyakinkan Fox-T agar mereka mau bermain di drama dengan amatiran seperti mereka. Mungkin Keiko harus menyiapkan beberapa endorsement untuk FOX-T bawakan selama drama ini diputar. Seperti, model untuk pakaian, F&B, kendaraan atau apa saja yang mereka kenakan dan pakai sepanjang drama ini berlangsung. TV-B tidak perlu repot mencari sponsor untuk properties and setting sedangkan pihak sponsor juga mendapat kesempatan mengiklankan produk mereka  dengan cuma-cuma.

Fox-T mungkin akan meminta bayaran lebih kalau seandainya pihak sponsor menginginkan CF khusus. Tapi itu sudah bukan urusan Keiko. Rasanya kepala Keiko berdenyut tegang. Kalau memang mereka betul-betul mendapatkan pekerjaan ini. Keiko pasti bakal sibuk berat.

PD Yo, keluar, memanggil Keiko, Anna dan Doc masuk.

Mereka bertiga berdiri tegang, layaknya orang yang sedang menunggu keputusan hakim. Mrs Joo berdiri dari tempat duduknya dan membuka pembicaraan.

“Selamat bergabung dengan TV-B.” ucap Mrs. Joo lalu para juri bertepuk tangan.

“Ini surat kontrak kalian, mohon dibaca dengan baik baru tanda tangan.” Mrs. Joo menyerahkan surat kontrak pada kami satu per satu.

“Silahkan dibaca diluar, kalau sudah setuju, kalian kembalikan ke HRD.”

Begitu saja. Anna dan Doc nyaris meloncat kegirangan. Tapi mereka menahan diri hingga keluar dari ruangan.

“Lee Keiko, anda tinggal dulu.” perintah Mrs.Joo. Keiko menoleh dan berjalan kembali ke posisinya semula. Doc dan Anna menatap Keiko waspada. Tapi karena mereka tidak dipanggil, mereka terpaksa keluar dan menunggu dengan kalut.

Segera setelah pintu tertutup. Mrs Joo meminta Keiko berdiri dan menghampirinya. Keiko melaksanakannya tanpa banyak bertanya. Dia sudah menduga kalau Mrs Joo akan menahannya.

“Oke, Sekarang, beritahu saya, sudah sejauh apa perkembangan proyek ini.” tanya Mrs.Joo.

“Skrip sedang ditulis oleh Doc, maksud saya, Shim MinJung. Kami belum mendapatkan persetujuan dari FOX-T mengenai kesedian mereka bermain di film ini. Karena perjanjian kami kemarin hanya sejauh clip berdurasi 5 menit itu dan itu pun tidak boleh disebar luaskan tanpa persetujuan mereka. Kami masih belum memiliki staf ataupun calon pemeran lainnya. Tapi saya sudah menyiapkan beberapa strategi untuk memboyong Fox-T.”

“Terima kasih karena anda mau jujur. Saya menghargai itu. Nah, kalau begitu tolong kalian urus surat persetujuan itu. Sampai surat itu kami terima, kalian hanya akan menjadi pekerja sementara di sini. Hubungi saya langsung jika anda ingin berkonsultasi. Saya akan membantu anda sebisa saya. Saya pikir, anda juga cukup cerdik untuk mengetahui seberapa besarnya nilai proyek yang kalian sodorkan.”

Keiko menelan ludah. Benar, Keiko sadar betul akan nilai proyek yang baru saja dia sodorkan. Saat menyusun rencananya di luar tadi, ia sudah bisa mengestimasikan nilai jual proyek ini.

“Omong-omong, saya belum membicarakan mengenai harga skrip yang kalian buat.”

“Itu, gratis, tapi kami hanya minta dilibatkan untuk proyek ini dan Doc hanya meminta hak royalty atas namanya.”

“Oh, jadi hasil dan segala hal yang meminjam nama drama yang dia buat harus berada dibawah namanya, dan TV-B hanya mendapat kontrak syuting.” Keiko mengangguk. Doc tidak mau menyerahkan skrip buatannya ke siapapun juga. Di luar tadi Doc sudah menegaskan padanya.

“Baik, tidak masalah. Suruh dia menandatangi kontrak untuk skrip itu juga. Saya tunggu kabar baiknya, Lee Keiko-ssi.” ucap Mrs. Joo mengakhiri pembicaraan.

Keiko keluar ruangan lemas tapi juga lega karena masalah ini tidak seburuk yang dia bayangkan. Ternyata Doc dan Anna masih duduk di ruang tunggu. Begitu melihat Keiko, mereka langsung menariknya masuk ke dalam lift dan memboyongnya ke dalam mobil Doc.

“Bagaimana? Apa yang dibicarakan kalian di dalam? Dia ga berubah pikiran kan?” tanya Anna panik.

“Dia cuma meminta kita untuk mendapatkan surat kontrak dengan FOX-T. Sampai saat itu, kita hanya berstatus karyawan sementara.”

“Tuh, kan! Gw bilang juga apa. Ga mungkin dia mau mempekerjakan kita kalau dia tahu kita sama sekali belum memegang FOX-T.” umpat Anna kesal.

Keiko merasa tidak perlu menanggapi umpatan Anna. Biar saja sang tuan putri marah-marah sendiri.

“Doc, Mrs. Joo minta elo tanda tangan kontrak dengannya untuk film itu.” ucap Keiko pada Doc. Doc hanya mengangguk mengerti. Dia kembali mengetik. Keiko baru sadar kalau Doc tidak duduk di kursi kemudi, sebaliknya Anna yang ada di sana.

“Tunggu, Kei, jadi kalau kita mendapatkan kontrak dengan Fox-T, kita jadi pekerja tetap kan? Kalau gitu biar gw telpon Micky dulu.” ucap Anna sambil menelpon.

Keiko makin mengagumi gerak cepat Anna dalam bersosialisasi. Keiko yang bersama FOX-T lebih lama saja tidak tahu nomor telpon mereka. Sedangkan Anna, yang pulang duluan bisa dapat.

“Hallo, Micky-ssi, ini So Anna, yang kemarin. Yah, gw baek. Gini, kapan bisa ketemu lagi?” Anna kelihatan senang sekali bisa berbicara dengan Micky.

“Oke, sampai jumpa besok.” Anna menutup telpon. “Dia mengundang qta ke mini konsernya, besok. Siapa yang mau ambil tiketnya di agency mereka?” ucap Anna serius.

“Tunggu, bukannya kita harus pikirin dulu, bagaimana caranya untuk meyakinkan mereka supaya mereka mau kerjain projek ini?” keluh Keiko akan ketidakpedulian Anna.

“Itu tugas elo, Kei. Gw uda kerjain bagian gw. Termasuk untuk ambil tiket mereka nanti.” tolak Anna.

Advertisements

2 thoughts on “6-Twisted

  1. Pingback: Links for Life Realm (1st novel) « Sharing love to the world

  2. Hmmmm. Kereen. *Q* sis buruk dan baik diperlihatkan. Anna yg cerewet tp cepet melebur, doc yg pinter tp kelewat mandiri. Seimbang XD gimana caranya bikin kayak giniii ._____.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s