7-The ultimate friend

Setibanya Keiko di rumah, ia masuk ke kamar dan menelaah dokumen-dokumen yang dipegangnya sekarang. 2 tumpuk folder dan 1 USB yang entah bagaimana tadi sanggup ia tenteng sendiri sampai ke rumah. Tadi ia menyempatkan diri kembali ke TV-B sebelum pulang, untuk meminta contoh proposal dan beberapa nama sponsor yang sering bekerja sama dengan TV-B.

“Hei…” sapa Yunna yang langsung berbaring di atas kasur Keiko. Ia baru bangun tidur, setelah semalaman bergadang tapi seluruh badannya masih pegal-pegal.

“Hei… Semalem balik jem berapa?” tanya Keiko tanpa memalingkan wajahnya dari kertas. Angka-angka di sana mulai mempermainkan matanya.

“Jem 2. Suram! Perusahaan gw diambang kebangkrutan nih.” ujar Yunna putus asa. Ia memimpin beberapa anak perusahaan ayahnya yang bergerak di bidang appareal dan beauty line.

“Ada masalah?” Keiko memalingkan wajahnya, memandang Yunna yang sedang terbaring sambil menutup wajah dengan lengannya. Tampaknya masalah yang dihadapi Yunna cukup serius.

“Kontrak sama Muse gw uda mau habis dan kita masih belum menemukan model yang cocok. Brengsek. mana bisa nemuin pengganti sekaliber Han Ga In dalam waktu 1 minggu.” keluh Yunna, “Elo lagi baca apa sih?” Yunna merebut file yang sedang dipegang Keiko.

“Data sponsor untuk film gw.” ucap Keiko menjelaskan.

“Elo uda ditrima kerja?” sorak Yunna senang. Tapi karena Keiko mengeleng, ia bertanya lagi, “BELUM? Terus kenapa elo kerjain ini?” Ia menarik salah satu folder yang ditumpuk Keiko di mejanya.

Keiko menjelaskan singkat semua yang dialaminya dua hari ini. Tanpa melewatkan detial apapun termasuk perkenalannya dengan Fox-T. Ia merasa bersalah karena tidak sempat menceritakan apapun pada sahabatnya mengenai perkembangan terakhirnya.

“Jadi elo kenalan sama FOX-T?!” Dari semua hal yang diceritakan Keiko, hanya itu yang membuat Yunna tertarik.  Bukannya ia tidak simpati dengan nasib pekerjaan cewek yang sudah menjadi teman serumahnya selama 6 tahun ini. Ia hanya terlalu yakin kalau sahabatnya ini pasti akan diterima sooner or later.

“Iyah, begitulah.” ucap Keiko datar. Topik yang paling ingin dihindarinya saat ini adalah mengenai Fox-T. Ia jadi merasa lebih tegang jika harus membayangkan wajah member Fox-T satu per satu. Tapi Yunna pasti akan terus bertanya mengenai cowok-cowok extra charming itu sampai dia puas.

“TERUS? Cerita dong? Max ganteng ga? Micky terutama Micky.”

“Ganteng Yun. Ganteng banget.” jawab Keiko malas. Ia harus segera mengalihkan pembicaraan ke topik lain.

Matanya berbinar-binar memandang Yunn, “Yun, tadi elo bilang, elo lagi cari Muse?” tanya Keiko.

“Ada ide apa Kei-Ko?” selidik Yunna.

Sambil tertawa licik, Keiko menyahut, “Gimana kalau kita pake Fox-T?” masih dengan mimiknya yang super kinclong, seperti lampu 100watt.

“Gw rasa otak elo uda konslet yah. Baju-baju gwkan buat cewek.” semprot Yunna.

“Denger dulu Yun. Elo cari aja cewek dengan tampang biasa-biasa, buat seakan-akan karena dia pake baju elo, makanya Fox-T jadi melirik.” Keiko menarik-narik ujung baju Yunna saking gemasnya.

“Terus gw harus bayar apa ke elo?” selidik Yunna lagi, ia memicingkan matanya.

“Terus, baju elo untuk sponsor di film gw. Gratis. Gimana?” Keiko bettepuk tangan memuji ide briliannya.

“Dasar musang berbulu domba!” ledek Yunna, “Gw ga trima, baju dan cosmetic, satu paket. Tentunya untuk cosmatik elo bayar?” sodor Yunna balik.

Keiko menjabat tangan Yunna, “Deal, ntar gw bilang sama TV-B.” “Eh, Yun, kira-kira oppa mau ga yah, sponsorin mobil, peralatan elektronik dan beberapa vilanya?”

“Bener-bener yah. Emang ga ada yang bagus dari company profile yang elo baca.” Yunna melirik sahabatnya yang menunduk malu, seketika ia mengerti apa yang sedang dipikirkan Keiko, “Jangan bilang itu alasan elo doang biar bisa ketemu oppa.”

Kepala Keiko menunduk makin dalam, dan mengangguk malu. Yunna berdiri dalam satu lompatan. Ia marah.

“Oh, Come on, Kei. Dia uda married sekarang. Uda 2 tahun, Kei. Kapan elo mau lupain dia?” celetuk Yunna kesal, ia sudah berulang kali meminta Keiko untuk berhenti mencintai abangnya itu. “Semua emang salah gw, udah ngenalin elo ke cowok goblok kayak dia.” maki Yunna pada dirinya.

“Dia bukan cowok goblok, Yun.” bela Keiko.

“Dia cowok SUPER GOBLOK yang pernah gw temuin.  SUPER TOLOL!!! Cowok mana yang nikahin kakak dari orang yang dicintainya? Elo ga usah bela dia. Dia ga pantes untuk elo bela.” dengus Yunna.

“Udahlah, elo mau sampe kapan sih, marah sama abang elo sendiri?” ujar Keiko mulai sewot.

“Sampe sahabat tolol gw, lupain abang goblok gw!!!” seru Yunna dengan dada naik turun. Ia tahu tidak sepantasnya ia melemparakan kemarahannya pada Keiko. Tapi kebodohan sahabatnya ini sudah tidak bisa ditolerir lagi.

“Yun, gw ga bisa berhenti mencintai dia. Tapi kalau elo minta gw merelakan dia. Itu udah gw lakukan, Yun. Gw uda iklas lihat dia sama unnie.” desah Keiko.

“Terserah!” Yunna memonyongkan mulutnya. Dalam hati Yunna, ia juga tahu kalau temannya itu boleh memilih, Keiko pasti ingin menyukai orang lain. Sayang selama ini, tidak ada cowok yang lebih keren, lebih macho, lebih perhatian ataupun lebih baik dari abangnya.

Yunna menghempaskan badannya ke atas kasur. Keiko ikut tidur di sampingnya.

“Yun, kalau gw kasih elo tiket nonton mini konser FOx-T. Elo mau berhenti pasang tampang manyun gitu?” rayu Keiko. Tadi ia mendapat pesan dari Anna, kalau Doc tidak ikut dan ada 1 tiket lebih.

“Tiket Fox-T???” Yunna sampai meloncat dari kasur saking girangnya.

“Tiket Fox-T.” ucap Keiko sambil mengangguk.

“MAU.MAu” seru Yunna, ia mulai memeluk dan menghunjani Keiko dengan ciuman.

“So, who is you best friend?”

“LEE KEIKO. BANZAIIII.” Yunna mengangkat tangan Keiko seperti mengumumkan juara lomba.

Mereka menghabiskan sore itu dengan menyiapkan proposal sponsor dan permintaan untuk fox-T. Dengan status dan koneksi Yunna, Keiko berhasil mendapatkan semua daftar nama company dan brand yang bersedia mendukung. Pada dasarnya nama besar Fox-T sendiri sudah menarik banyak perhatian, Keiko hanya perlu membumbui sedikit untuk mendapatkan nilai bargain yang lebih menarik untuk Fox-T.

Anna mengirimnya SMS, mereka akan bertemu di pintu hall utama, jam 6 nanti. Keiko jadi buru-buru menyelesaikan ketikannya dan bersiap-siap untuk berangkat. Mereka mengenakan pakaian sesantai mungkin agar tidak menganggu kenyamanan mereka jika harus berdiri sepanjang konser.

Tanpa menunda lebih lama lagi, mereka melesat menuju hall tempat konser dilaksanakan. Setelah memutari lapangan parkir, mereka baru menemukan tempat kosong. Mereka turun dari mobil bergabung dengan ratusan pengemar Fox-T.

Sejauh mata memandang, ada banyak spanduk, poster dan pamflet berukuran raksasa yang terpampang di kiri kanan, depan belakang area konser. Ribuan poster mini dengan dekorasi lampu bertulisan nama masing-masin anggota Fox-T diusung di pundak. Yunna membeli beberapa lighter untuknya dan untuk Keiko. Tidak mau kalah.

Sesuai permintaan Anna, mereka bertemu di pintu selatan. Keiko tidak perlu bersusah payah untuk mencari Anna di antara kerumunan orang karena keriting kribonya begitu menonjol.

“Ini tiketnya. Terus ini backstage passnya.”kata Anna sambil menyerahkan tiket dan kalung backstage pada Keiko.

“Kalau gitu, kita ke backstage dulu. Elo tahu dimana?” tanya Keiko setelah mengalungkan pass backstagenya.

“Ngapain?” tanya Anna polos.

“Jangan bilang elo lupa kalau kita harus dapetin tandatangan mereka di atas ini.” Keiko mengangkat map coklat yang dipeluknya dari tadi. Map berisi surat sponsor dan proposal mereka.

“Ah.” ujar Anna seakan baru teringat tujuan awal mereka. “Lewat sini.” unjuk Anna.

Mereka berjalan melewati lorong yang dikawal oleh beberapa pria dengan tubuh besar dan berwajah sangar. Anna menunjukan kartu backstagenya dan pria-pria itu menyingkir dengan sopan. Sampai di depan ruangan dengan tulisan FOX-T. Anna mengetuk pintu dan menunggu dibukakan.

“Ya, masuk aja.” seru Ben sambil membukakan pintu.

“Hei, kalian udah dateng..” ia mempersilakan tamunya masuk.

Di dalam, Max sedang duduk di balik laptop dengan Micky. Jack masih dirias sedangkan Alex menari-nari tidak jelas dengan beberapa cowok, backdancernya mungkin.

Yunna tidak membuatnya malu dengan melompat kegirangan walau Keiko tahu, dalam hati Yunna pasti sudah kesenangan setengah mati. Ia berdiri anggun dan tersenyum sopan seperti Miss Korea. Keiko melambaikan tangan pada mereka, yang segera ditiru oleh Yunna.

“Kenalin, ini Han Yunna, sahabat gw.” ujar Keiko yang disambut dengan hai dan hello dari seluruh orang di sana.

Max bangkit dari kursinya, menghampiri Keiko. Ia masih tidak percaya kalau cewek ini bersedia datang seperti yang dikatakan Micky tadi siang. Sebab ia mendapat kesan, kalau Keiko bukan tipe yang suka menghadiri acara seperti ini.

Ia mempersilakan Keiko dan Yunna duduk di mejanya.

“Elo orang mulai jam berapa?” tanya Keiko, ia sedang mencari waktu yang tepat untuk membahas proposalnya.

“1 jam lagi, opening.” Max menjawab, “Eh, kenalin ini Manager gw. Panggil aja Boom.” Manager Fox-T adalah cowok dengan kacamata dan kumis tipis.

“Hai” sahut Keiko dan Yunna bersamaan.

“Ah, Nona Han Yunna-ssi. Bagaimana kabar anada?” sapa sang manager, mengenali Yunna.

“Baik. Anda sendiri?” tanya Yunna basa basi. Ia harus membuka pembicaraannya sekarang mumpung manager mereka mengenalinya.

“Baik-baik. Sibuk tapi masih bertahan.” ucap Boom tanpa bermaksud untuk berkeluh kesah.

“Kalau gitu, sepertinya saya harus menunda dulu untuk meyampaikan tawaran saya.” pancing Yunna. Selama beberapa tahun bekerja dengan ayah dan kakaknya, Yunna sudah mewarisi segala teknik negosiasi yang ia perlukan untuk menciptakan peluang yang menguntungkan pihaknya.

“Tawaran apa?” tanya Boom terpancing.

“Hanya bisnis kecil. Tidak apa, ini bisa disimpan dulu, kalau memang anda sedang sibuk.”

“Wah, wah. Bagaimana mungkin saya terlalu sibuk untuk, Crea. Coba saya dengar dulu.” Boom tidak mungkin membiarkan tawaran dari Crea berlalu. Ia tahu dengan pasti uang yang akan masuk dari berbisnis dengan Crea tidak pernah kecil. Selama ini ia sudah amat ingin menggandeng Crea untuk ana asuhnya. Sayang Crea tidak membuat line untuk pria. Nah, kalau sekarang Crea sendiri yang datang menawarinya, mana mungkin ia tolak.

Yunna menyerahkan map coklat yang dipegang Keiko, membiarkan Boom membacanya sendiri, sambil menjelaskan secara ringkas penawarannya.

Keiko memperhatikan temannya bekerja. Ia takjub sekaligus bangga pada Yunna. Cara bernegosiasinya sangat efisien, sama sekali tidak memberi cela untuk lawannya berkelit atau mempertimbangkan lagi penawarannya. Maka, ia tidak merasa aneh, kalau berikutnya Boom mengeluarkan bolpen dan langsung menandatangani kontrak. Bahkan seluruh member Fox-T ikut membubuhi tandatangan mereka langsung.

Yunna mengedipkan mata pada Keiko, memberi signal, kalau sekarang giliran dia maju.

“Nah, kalau begitu, anda siap dengan penawaran kedua kami?” ucap Yunna mengoper pembicaraan pada Keiko.

“Tentu-tentu, ada kabar baik apalagi?” tanya Boom dengan muka berbinar-binar.

“Saya mewakili TV-B untuk mengundang Fox-T sebagai pemeran utama film. Rencananya film ini akan kami rilis bulan Febuary nanti, bertepatan dengan Valentine’s day.”

“Film? Dengan seluruh anggota Fox-T?” tanya Boom sambil memicingkan matanya.

“Benar, kami juga memberikan kesempatan bagi Fox-T untuk mengunakan salah satu lagunya sebagai soundtrack film ini.” tawar Keiko persuasif.

“Anda tidak main-main bukan?” tanya Boom curiga.

“Tidak. Silahkan baca kontrak ini.” sodor Keiko.

“Surat persetujuan dari PT. SamTec.” baca Boom.

“Ah, maaf, saya salah. Ini surat kontrak yang benar.” Keiko menukar map yang tadi ia berikan pada Boom. Ia memang sengaja memberi map yang salah pada Boom tadi, agar Boom tahu kalau ia sudah mengaet perusahaan besar sebagai sponsor. Boom membaca kontrak yang ditulis Keiko dengan serius.

“Dan untuk film ini, anda sudah mendapat sponsor dari SamTec?”

“Bukan hanya SamTec, Crea, Seoul Bank, Koreana dan Lotte sudah positif untuk mendukung film ini.” kata Keiko mantap.

Boom mengelap keningnya, gugup. Baru kali ini ia mendapat penawaran dengan daftar sponsor dari 5 perusahaan terbesar di Korea. Boom berpikir lagi, masalah ini sudah di luar kekuasaannya. Kalau iklan, ia tidak memerlukan persetujuan bossnya asal, anak asuhnya setuju, tapi kalau film, ia perlu membahasnya dulu dengan direktur. Lagipula, siapa cewek ini sebetulnya. Ia tidak tahu kalau TV-B mempunyai karyawan perempuan secantik dan sehebat ini.

“Dan anda siapa, maaf?” tanya Boom malu-malu.

“Ah, maaf, saya belum memperkenalkan diri, saya Lee Keiko, Creative Director baru di TV-B. Kartu nama saya baru jadi Senin besok.” ungkap Keiko sopan.

“Boleh saya membawanya dulu? Masalah ini harus diputuskan langsung oleh direktur kami.” ijin Boom.

“Tentu saja. Jika kalian mempunyai persyaratan khusus, silahkan hubungi kami. Saya tunggu kabar baik dari anda.” tutup Keiko sambil menjabat tangan Boom erat.

Sejauh ini, semua berjalan sesuai rencananya. Ia sempat membaca ekspresi Boom tadi, dan menurutnya orang ini akan membantunya meyakinkan direktur Fox-T untuk Keiko. Boom keluar meninggalkan ruangan.

Max langsung angkat suara menanyakan Keiko mengenai penawaran yang dia ajukan tadi. Keiko menjelaskan duduk perkaranya sama seperti yang ia ceritakan pada Yunna.

“Jadi clip yang kemarin kita bikin dapet respons yang bagus dong. Ga sia-sia kita bergadang semaleman.” komentar Micky.

“Tapi gw jamin, fee yang elo terima pasti sebanding. Sekitar 2x lipat dari penghasilan kalian sekarang” ungkap Keiko.

“2x lipat?!” dengus Micky tidak percaya.

“Keiko memaketkan kalian untuk menjadi muse untuk produk dari sponsor yang masuk ke TV-B untuk filmnya. Jatah kalian 50% dari nilai kontrak. Nah, tergantung kalian menganggap itu sebagai beban atau berkat.” Yunna mengambil alih pembicaraan karena melihat Keiko terpojok.

“KOK bisa?! Gila, jadi elo ga cuma nawarin kita film, OST tapi juga endrosement?!” tanya Alex tidak percaya.

“Keiko memang ga pernah tanggung-tanggung. Dia terlalu takut elo orang ga setuju untuk main di filmnya. Jadi dia nyiapin semua itu untuk kalian.” ucap Yunna sedikit menyindir.

Kalau tadi Yunna begitu senang bertemu dengan Fox-T. Perasaannya sedikit meluntur. Cowok-cowok ini telah meremehkan Keiko, sahabatnya. Bagi Yunna, siapapun yang menganggu dan menjadi musuh Keiko, maka orang itu juga akan berurusan dengannya.

“Berapa persen tadi lo bilang?” Micky merubah nada bicaranya menjadi lebih sopan. Ia bisa membaca raut wajah Yunna yang keras dan kaku. Sepertinya Yunna jauh lebih keras lagi dari pada Keiko. Dua cewek ini termasuk tipe yang langka banget sekarang. Mereka mandiri dan kompeten. Tapi Yunna, Micky yakin, cewek itu sangat mampu untuk membuat cowok-cowok bertekuk lutut dihadapannya. Angkuh dan superior, tipe yang amat disukai Micky, sang pencinta tantangan.

“50% Ky. Jadi setelah dipotong dengan agency kita sekitar 7% per orang.” ucap Max cepat, “Semua endorsement dilakukan berlima atau sendiri-sendiri?”

“Engga, 50% itu udah bersih untuk elo orang. Ada yang minta berlima, ada juga yang minta perorangan. Itu balik ke perjanjian elo orang dengan pihak sponsor.” ralat Keiko.

“50%? Terus gimana dengan fee kita untuk peran kita di film? Sama rata atau berdasarkan kemunculan?” tanya Ben.

“Nanti akan dibahas dengan managemen kalian. Biasanya pemeran utama mendapat porsi yang lebih besar. Tapi itu tergantung dari kontrak kalian, mengunakan nama pribadi atau Fox-T.” Keiko menjawab pertanyaan-pertanyaan teknis lainnya seakan-akan ia sudah ahli. Padahal semua informasi itu baru dibacanya kemarin.

Handphone Keiko berbunyi, dari Doc. Buru-buru Keiko keluar ruangan dan mengangkatnya.

“Hallo, Doc.” sapa Keiko buru-buru.

“KEIIII, udah kelar. Tinggal di edit ulang.” teriak Doc kesenengan, ada nada lega juga di sana.

“YANG BENER????” tanya Keiko takjub.

“Elo harus bersyukur, gw punya banyak back up script. Setelah gw modif dikit, kelar deh. Besok gw bawa ke TV-B.”

“Kirim email ke gw juga dong. Kuppa0127@yahoo.kr.” pinta Keiko.

Salah satu staff Fox-T menyuruh mereka untuk stand-by. Artinya Keiko, Yunna dan Anna harus keluar dan kembali ke tempat duduk mereka di bagian VVIP, yang tepat berada di depan panggung utama. Seluruh kursi terisi penuh, bahkan masih ada ratusan lainnya yang rela berdiri di luar gedung hanya untuk mendengar suara Fox-T secara langsung.

Konser dibuka dengan video clip pendek MV lagu terbaru mereka, Enchanted. Seluruh penonton berteriak dan bersorak. Menyadari kalau sebentar lagi mereka dapat bertemu dengan sang idola. Keiko juga ikut berteriak dengan mereka, terbawa suasana. Selama 2 jam ke depan, ia juga ikut terhipnotis dengan aksi panggung Fox-T yang begitu intense dan memukau. Keiko menyadari kalau selama pertunjukan, Fox-T selalu bernyanyi live, tidak ada lipsycn bahkan dengan lagu dance sekalipun.

Keiko sempat membalikan badan dan ia betul-betul terpana. Semua orang yang hadir disana, mengangkat lightstick berwana merah seperti dirinya dan mengayun-ayunkannya, mencipatkan laut merah khusus untuk Fox-T. Merah adalah warna perwakilan untuk Fox-T yang diberikan oleh para fans nya saat konser pertama dan terus dipakai sampai sekarang. Semua ikut bernyanyi dalam satu keharmonian dari satu lagu ke lagu yang lain. Membuat Keiko terpana sekali lagi akan kebesaran nama Fox-T.

2 jam penuh dengan sorakan, awe, dan never ending exitement. Pengalaman yang tidak akan dilupakan oleh Keiko sampai ia tua nanti. Ia juga pasti akan dengan bangga mengatakan pada cucunya, kalau cowok-cowok ini pernah bermain di filmnya.

Seusai konser, Keiko pulang sendiri dengan taxi ke rumah. Sedangkan, Yunna dan Anna ikut ke after party Fox-T. Buru-buru, ia membuka laptopnya dan membuka email dari Doc. Berjam-jam ia terpaku didepan layar komputernya. Membaca adegan demi adengan yang disusun apik oleh Doc. Matanya sembab dengan airmata terbawa perasaan ketika karakter utamanya berhasil mengejar kembali cintanya. Film mereka pasti bisa masuk box office. Kisah cinta dan persahabatan untuk bulan Valentine pasti akan menyedot banyak perhatian.

Kalau sudah begini, Keiko tidak boleh mengecewakan teman-temannya. Ia harus berhasil memboyong Fox-T sebagai pemeran utama.


Advertisements

One thought on “7-The ultimate friend

  1. Pingback: Links for Life Realm (1st novel) « Sharing love to the world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s