16 – What a party

Hp-nya berbunyi. Keiko sudah menganti ringtone “bae-by, bae-by”-nya dengan lagu yang Jack berikan sebagai hadiah ulang tahunnya. Melodynya enak banget, mengalahkan  ‘Love’s Hurt by Yiruma’. Padahal Keiko pernah bersumpah bahwa tidak akan ada yang bisa menggantikan lagu itu.

Keiko membaca nama orang yang menelponnya, SO ANNA. Ditekan tombol yes, Anna langsung berkoar, “Kei, jangan lupa ntar malem ke RedBox. Gw juga uda telpon Doc. Tapi dia ga bisa dateng. Ketemu langsung di sana aja.“

Itu saja, lalu Anna menutup telpon. Dia sama sekali tidak menunggu Keiko berkata HALO atau BYE.

Kemarin malam Fox-T dan seluruh kru film termasuk Keiko , menonton rekaman bersih hasil editan “18th” – judul film mereka. Keiko sampai menangis menonton adegan dimana Jack mengejar mantannya kembali. Ia yakin film ini pasti sukses besar. Lalu mereka serempak berjanji untuk merayakan hal tersebut dengan berkaraoke bersama malam ini.

Keiko memelototi isi lemarinya. Tidak ada satupun baju pesta kecuali hanbok yang dipakai saat Yuri onni menikah. Ia mengeluarkan kardus baju lengseran kakaknya. Lumayan, ada rok mini span berwarna hitam dan tube berbentuk hati di bagian dada, kerut-kerut berwarna salem dengan aksen zipper di belahan dadanya. Ia menambahkan legging hitam dan jaket kulit bikerz. Terlalu sexy tapi pakaian lainnya lebih tidak karuan. Terbuka belakanglah, belahan dadanya terlalu rendahlah bahkan ada yang transparan.

Tentu saja Keiko mengajak Yunna ikut dengannya. Yunna bukan hanya sahabatnya tapi dia juga pacar Micky kan. Walaupun belum ada yang tahu selain member Fox-T, Boom dan dirinya. Mereka tidak membawa mobl karena Keiko sudah mengatur agar mobil perusahaannya menjemput mereka.

“Atas nama Jenny.” Keiko memberitahu sang penerima tamu setibanya di RedBox. Ia mengantar Keiko dan Yunna ke ruang VVIP yang terletak di lantai dua. RedBox memakai konsep gothic dengan dominasi warna merah dan hitam. Banyak chandelier di pasang di langit-langit lorong. Mereka memakai wallpaper bahan suede dengan dasar merah dan emboss renaissance hitam.

“Silahkan, selamat bersenang-senang.”

Suara bising langsung menyambut begitu pintu dibuka. Di dalam bukan hanya ada FOX-T dan Anna tapi seluruh kru sudah ada di sana. Asyik bergoyang dan bernyanyi.

Jack dan Alex duduk dengan 2 cewek bule. Max dan Ben sedang seru dengan gerobolan cewek-cewek cantik. Micky sedang bernyanyi dengan cowok yang tidak kukenal.

“Ini Han Yunna, sahabat gw.” Yunna membungkuk dan menyalami mereka, termasuk Fox-T.

“Ini Jenny adiknya Max,” Anna mengenalkan cewek tinggi dengan wajah persis seperti Max. Sebetulnya mereka sudah bertemu waktu Max mengajaknya main ke rumah Max. Tapi ia tetap harus berpura-pura kan?

“Ini Alice.” cewek bule di samping Jack melambai. Keiko menatap dadanya yang terlihat seperti ingin meloncat keluar. Jadi seperti ini toh, selera Jack, cibir Keiko dalam hati.

“Ini Luna, adik Alex.” cewek ini super tinggi dan wajahnya manis sekali, seperti Ayumi Hamasaki.

“Ini Stacy.” cewek bule satunya, sepertinya dia teman Alice, karena pakaiannya setipe, sama-sama terlalu minim bahkan untuk musim panas sekalipun.

Micky melambai, meminta Keiko menghampirinya ke depan. “Pilih lagu, nyanyi.” perintah Micky. Keiko cembetut menatap Micky.

“Lagu ini aja.” Micky menunjuk lagu Lady Gaga, POKER FACE.

“Gw ga bisa nyanyi.”

“Tenang-tenang, gw temenin.” Micky mengoper mic pada Keiko.

“I wanna hold ‘em like they do on Texas Play.” Micky bernyanyi lebih dahulu lalu Keiko mengikutinya.

“Fold em’ let em’ hit me raise it baby stay with me

(I love it)

Love game and intuition play the cards with Spades to start
And after he’s been hooked I’ll play the one that’s on his heart”

Semua orang bertepuk tangan menyemangati. Bahkan Ben dan Alex mulai break dance di depan. Alice dan Stacy tidak mau kalah, mereka mulai berjoget berpasangan dengan gaya sexy dan slutty.

Keiko dan Micky terus menyanyikan lagu mereka. Ketika bagian Rap tiba, Micky menyanyikannya tanpa cacat.

Suasana makin heboh karena Micky melompat turun, ikut dance di antara Alice dan Stacy, meninggalkan Keiko bernyanyi sendiri. Yunna sudah melotot melihat Micky, awas saja nanti!

Kalau berpikir itu lagu terakhir yang harus dinyanyikan Keiko, maka ia salah besar. Karena berikutnya Jack sudah berdiri di samping Keiko.

“Sekarang sama gw.” pinta Jack. Jack memilihkan lagu Ne-yo, Because of You, tapi dalam versi remix. Yang berjoget tetap mengoyangkan tubuhnya. Malah tambah rusuh, Max membawakan minum untuk mereka semua. Bahkan Jenny sampai naik ke atas meja. Keiko yang belum minum sama sekali hanya bisa terus menyanyi sambil menonton mereka. Mulutnya tidak bisa berhenti menlongo melihat aksi teman-teman barunya ini kian liar.

Anna naik ke atas podium dan mendorong Keiko turun. Dia mencium Jack penuh nafsu. Semuanya langsung bersorak. Lagu Ne-yo terus mengiringi tapi tidak ada yang menyanyikan liriknya.

“Elo terlalu sering jatuh.” ujar Max saat Keiko mendarat di pelukannya. Keiko wangi sekali. Max menghirup wangi itu sedalam dan selama yang ia bisa. Ia masih mencintai Keiko walaupun ia tahu, cintanya tidak akan sampai.

Jenny menarik Keiko dari kakaknya, “Minum-minum.” ujarnya senang, lalu mencekoki Keiko dengan bergelas-gelas tequila, whisky dan entah cocktail apalagi. sudah tidak dapat menghitung berapa gelas yang aku minum. Bukan Keiko namanya, kalau aku mudah tumbang. Bekerja di bar dan mempunyai keluarga yang doyan minum, membuat Keiko kuat menegak semua itu.

Alice dan Stacy mengusulkan permainan baru, Russian Roulette. Setiap kali mulut botol itu menunjuk seseorang, orang itu harus melakukan apa yang disuruh oleh orang yang ditunjuk oleh pantat botol. Semua duduk melingkar. Alice memutar botol. Orang pertama yang kena adalah Ben. Max menyuruhnya untuk minum 3 gelas sekaligus. Ben nyaris jackpot, untung Alex dan Jack cepat bertindak dan membawanya ke toilet.

Botol bergulir lagi, giliran Alice, Jenny memintanya untuk melepaskan bra.

“Gw ga pake bra.” ucap Alice polos, yang disambut sorakan oleh anak-anak.

“Kalau gitu copot celana dalam lo.” pinta Jenny lagi. Alice berdiri, dan mulai melakukan striptese pada Jack, dan memcopot panty-nya.

“Huuuuuu, Jack Jack Jack…” sorak yang cowok menyemangati Alice dan Jack.

“Alice Alice Alice…” sorak yang perempuan, Keiko juga ikut berteriak-teriak.

Alice memberi Jack ciuman setelah mencopot pantynya.

“Nanti malam, babe.” flirt Alice. Jack hanya tersenyum penuh arti.

Botol diputar kembali. Oh Shooottttt….. Kenapa berhenti di depan aku. Mana Jack lagi yang akan memberi perintah. Semua hening, menunggu Jack menurunkan titahnya. Hanya musik yang terus menghentak. Keiko makin deg-degan karena Jack belum juga bersuara. Ia merasakan firasat buruk, kalau Jack akan mengerjainya habis-habisan malam ini.

“Cium salah satu orang di sini.” Jack mengatakannya tanpa ragu-ragu.

“Ga boleh sama cewek.” Ben melanjutkan.

“Betul, harus cowok.” dukung Alex.

Keiko merasa terjebak, mereka pasti sudah merencanakan ini. Tapi, coba kita lihat siapa yang akan tertawa paling akhir.

Ia memulai aksinya dengan menghampiri Max.

“OOUUUHHHH Max…. ciaeeee” ledek Micky.

“Maxieee looooh.” Ben ikut-ikutan.

Keiko menunduk hingga tinggal beberapa centi dari wajah Max, lalu membelokkan wajahnya dan mencium Stacy. Stacy langsung mendorong Keiko. Semua orang mentertawakan kejadian itu.

“Hahahhahahaa, kasian lo Max!” teriak Jack.

“Ga seru, ga seru.” protes Alice.

“Betul-betul. ga adil itu.” Jenny ikutan.

“Karena Keiko tidak melakukan apa yang disuru. Keiko harus dihukum.” Anna memanasi.

“Betul, hukuman, hukuman.” teriak Alex, Ben dan Micky serempak.

“Gimana Keiko, lo mau melakukan ciuman sekali lagi or gw kasih tugas yang lebih berat?” tanya Jack dengan tampang jahilnya.

Keiko mengigit bibirnya, sekarang ia benar-benar terjebak. Tapi niat usilnya belum hilang. Kalau Jack ingin membuat dia kalang kabut, maka Keiko akan mengoper perasaan itu kembali padanya. Ia menangkap pipi Jack.

“HUUAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!” teriak mereka lalu bertepuk tangan, menduga kalau Keiko memilih Jack.

Lalu mencium kening Jack.

“Puas?” Keiko tidak berani menatap Jack. Tidak menduga kalau hanya mencium kening Jack, tubuhnya bisa mendidih seperti ini. Mukanya pasti sudah seperti kepiting rebus.” Lo orang ga boleh protes lagi! ”

Micky mengelus-elus punggung Max. Ia tahu kalau maknae-nya ini sedang terbakar api cemburu. Cewek itu memang sedikit kelewatan, dengan memilih Jack terang-terangan seperti ini.

Botol diputar kembali, giliran Jenny. Hukumannya harus rela dipeluk semua cowok yang ada di sana. Max memelototi teman-temannya, tidak rela adiknya diperlakukan demikian. Permainan terus berlanjut disertai minuman tanpa henti. Entah berapa botol yang dihabiskan malam itu, yang pasti semua orang tidak ada yang beranjak sampai subuh.

Advertisements

One thought on “16 – What a party

  1. Pingback: Links for Life Realm (1st novel) « Sharing love to the world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s