18 – When all doors are shut, you still have windows to climb off

Diluar, Keiko masih mematung di sofa. Lebih tepatnya dia meringkuk, mendekap kakinya. Anna sedang mandi, jadi tinggal Jenny yang menemaninya di sana, masih terus menyelusuri komentar-komentar yang masuk atas video tersebut.

“Brengsek! Emang apa hak mereka ngomong begitu!!!” maki Yunna sekali-kali. “Emang lo siapanya Jack, berani ngomong begitu!” umpat Yunna lagi.

Dalam benak Keiko, berputar seribu satu pertanya tentang bocornya video mereka. Bukannya kata Max, mereka berhasil menghancurkan semua bukti, lalu kalajengking sendiri masih ada di penjara. Lalu bagaimana mungkin tiba-tiba muncul seperti ini, bahkan sampai dihubungkan dengan dirinya.

Wajahnya saat adegan ciuman sama sekali tidak jelas. Lalu saat dibopong oleh Max, ia masih mengenakan wig. Apa mereka mengendusnya belakangan, saat publikasi mengenai Fox-T menyelamatkan dirinya. Padahal seingat Keiko, selama interview Fox-T sama sekali tidak menyebutkan jati dirinya.

Mereka sama-sama menengok ketika pintu kamar  Alex dibuka. Seluruh member Fox-T keluar dari kamar kecuali Jack.

“Kei, untuk sementara, elo tinggal di sini. Kita juga ga bisa balik ke rumah untuk sementara waktu. Manager gw uda hubungin boss elo langsung dan minta cuti.” nada Alex berbicara sangat datar.

“Lo tenang aja. Bukan baru sekali ini kok, salah satu dari kita ketawan punya cewek.” kepala Ben langsung dipukul oleh Micky begitu dia selesai berbicara. Meminta Ben untuk diam.

Keiko tertawa kaku melihat kekonyolan teman-temannya lalu bertanya, “Mereka ga bakal tahu kalau cewek itu gw kan?”

“Cepat atau lambat mereka pasti tahu.” ucap Ben. Sekarang Max yang menggeplak kepala Ben. Lalu ia duduk di samping Keiko, mengenggam tangannya, menepuk-nepuknya.

“Aku harus tetep masuk kerja besak. Film kalian tetap harus lauching kan? Karena orang tadi sama seklai tidak menyebutkan tentang diundurnya malam perdana kalian.”

“Okey, besok, qta anter elo ke sana. Hari ini, kita nginep di sini lagi aja.”

Alex betul-betul pantas menjadi leader FOX-T. Satu-satunya orang yang dengan sigap mengurus segalanya. Dia dengan cepat mengatur agar barang-barang keperluan mereka di antar ke tempat ini. Bahkan menyusun rencana untuk melarikan Keiko seandainya tempat persembunyian ini ketahuan.

Ia juga menyarankan untuk memulangkan Jenny, Anna dan Yunna agar mereka tidak terlibat lebih jauh dalam kemelut ini. Semakin dikit orang yang harus diatur, semakin cepat mereka bisa bergerak dan mengantisipasi.

Selesai mandi, Max mengantar adiknya sedangkan Alex mengantarkan Anna. Micky juga keluar dengan Ben untuk membeli makanan  dan mengantar Yunna. Keiko dan Jack, sebagai pelaku ‘kejahatan’ tidak boleh keluar rumah!

Ditinggal berduan dengan Jack, malah membuat Keiko mati kutu. Ia ga tahu harus berbuat apa. Jack terus-terusan berada di balik laptop, keluar masuk fandom dan fancafe, naver, youtube dan source lainnya. Memantau perkembangan reaksi publik.

“Ga semuanya komentar jelek kok. Nih, ada yang bilang. “Setidaknya Jack tidak gay.” Terus ada juga yang bilang, “Cakepan Jack daripada ceweknya.”

Keiko jadi tertarik, masa iyah masih ada orang yang berpikir konyol seperti itu menanggapi keadaan ini. Bukannya seharusnya mereka mengecam dan marah-marah karena idola mereka terlibat cinta segitiga dengannya?

“Elo perlu baca ini semua. Anggap aja latiahan mental. Toh kita tahu apa yang sebenarnya terjadi kan. Yang komen aneh-aneh ga usa dipeduliin. or elo mau bales mereka? Kita bisa buat ID palsu?”

Mata Keiko melotot menanggapi saran Jack yang sedikit ekstrim. Keiko mengambil alih posisi Jack dan mulai membaca.

Seperti perkataan Jack, ternyata keadaan tidak separah yang Keiko kira. Memang ada beberapa  orang yang mengutuknya menjadi perawan tua, disamber petir, ditabrak truk dan kena bom nuklir. Masih ada beberapa yang membelaku. Walaupun hanya perbandingannya 1 dengan 10,000.

“Lo orang beruntung.” ucap Keiko setelah membaca semua komentar pengemar mereka tentang Jack dan Max.

“Heh?”

“Ada begitu banyak orang yang mencintai elo.” Keiko tetap menatap layar laptop, yang sekarang berubah menjadi video klip FOX-T.

“Yah, itu salah satu alasan mengapa kita bisa ada sampai saat ini. Dukungan dari fans jauh lebih besar artinya dari uang yang kami terima. Betapapun capenya, atau pas kita sakit atau pengen nyerah, gw orang pasti ngecek komen-komen atau baca surat-surat mereka.” Jack tidak menyembunyikan sama sekali kecintaan dan rasa bersyukurnya pada para penggemarnya.

“Nah, Kei. Gw yakin mereka juga akan tenang sendiri kalau kita menjelaskan pada mereka. Mereka cukup mengenal gw orang dengan baik kok. Bahkan mereka juga tahu mengenai kebiasaan buruk gw saat mabuk. Soon, mereka juga akan mengklarifikasinya sendiri.” Jack menepuk pundak Keiko, menenangkannya.

“Mau minum?” tawar Jack, dia sedang berjalan ke arah kulkas.

“Ada susu? Gw laper?”

“Ga ada. Coklat?” tawar Jack. Keiko mengeleng.

“Mau gw telponin Micky untuk beliin?”

Jack tidak mengunggu jawaban Keiko tapi dia langsung menelpon Micky.

“Masih di Supermarket?”tanya Jack, tampaknya Micky menjawab iya.

“Mau susu apa Kei?”  Keiko menyebutkan susu kesukaannya.

“Titip … 1 pack. Oke, Thank you.” Jack menutup telpon.

“Dia orang engga dikerubuni fans?” tanya Keiko khawatir.

“Kita sudah biasa menyamar. Jadi gw yakin ga ada yang tahu siapa mereka.”

Lalu Jack masuk ke dalam dapur diikuti oleh Keiko. Ia sibuk mengeluarkan kuali. telur dan ramen. Keiko membantu memasak nasi.

“Kei, sorry yah, gw bawa lo ke dalam masalah begini.” ucap Jack sambil memasukan mentega ke dalam kuali.

“Never mind, salah gw juga deket-deket elo pas elo mabuk.”

Jack mengajari Keiko cara memakai rice cookernya, lalu kembali dengan telurnya. Wangi masakannya begitu menggoda tapi otak Keiko terlanjur menangkap wangi lain yang jauh lebih menggoda. Wangi aftershave yang dipake Jack.

Otaknya seperti beku saat Jack tertawa mendengar jawabannya yang amat tidak masuk akal.

“Tapi gw cukup menikmati ciuman kita.”

Keiko mencibir dan mulutnya makin monyong karena Jack terus mentertawakannya.

“Yah, untung pipi elo halus dan mulus, coba kalo jerawatan. EUuuyyy. HOEk.” ledek Keiko balik.

“Pasti lah, Cowok ganteng gini masa jerawatan.” ucap Jack sombong.

“Yeah yeah yeah.”

“Lho, emang menurut elo gw ga ganteng?”

“Engga.” sanggah Keiko cepat. Ia sengaja meledek laki-laki narcist ini.

“Oh yah?” Jack menatap wajahnya melalui kaca besar di depan pintu masuk, tidak percaya, baru kali ini ada yang mengatakan ia tidak ganteng.

“Tapi gw seksi kan?” tanya Jack lalu mengangkat bajunya dan menunjukan absnya yang tercetak. Keiko memandangi

Pintu penthouse menderik dan terbuka. Micky datang dengan Ben.

“Ngapain lo?” tanya Micky. Jack buru-buru menurunkan bajunya.

Keiko tertawa begitu melihat dandanan Micky dan Ben yang seperti om-om dari desa. Mereka memakai topi kupluk dan pakaian belel. Ben bahkan menambahkan jenggot dan kumis palsu. Betul kata Jack, pasti tidak akan ada yang mengenali mereka dengan penampilan seperti itu. Coba Keiko membawa hp.

“Mau foto?” tanya Ben.

Keiko terkejut, tampaknya dia tanpa sadar mensuarakan isi pikirannya.

“Memang boleh?”

Micky melempar HPnya. Keiko tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Kapan lagi foto dengan FOX-T dengan pakaian kumel begini. Mereka seru berpose. Micky mendandani Keiko lagi, dan memaksanya ikut berfoto dengan mereka.

“Hahahaha, jadi kayak cowok.” pekik Ben konyol.

“Betul-betul. Coba bergaya Kei.” perintah Micky

Keiko memberinya pose termacho yang terpikirkan olehnya. Pose binaragawan yang jadi konyol banget karena Keiko tidak berotot. Mereka tertawa terpingkal-pingkal.

“Cocok-cocok. Sekarang adu panco sama Jack.” perintah Micky.  Ben dan Micky tertawa ngakak, melihat ekspresi Keiko berubah jadi serius banget untuk mengalahkan Jack.

Jack ikut-ikutan tertawa melihat kerutan di kening Keiko tanda cewek itu sedang mengerahkan tenaga sebisanya untuk mengoyahkan tataan lengan. Ia mengendurkan pegangannya, mengalah pada keimutan Keiko.

“Gw menang!!!.” teriak Keiko senang.

“Kalian lagi ngapain sih?” tanya Max, dia datang bersamaan dengan Alex. Mereka juga masih dengan pakaian samarannya. Max seperti pekerja bangunan dengan parka birunya sedangkan Alex seperti pekerja kantoran dengan kacamata hitam.

“Sini-sini gabung.” panggil Micky, mengajak mereka berfoto juga.

Keiko dibuat tertawa sampai sakit perut. Ada saja insiden yang terjadi. Entah Ben yang dicekik Micky atau Max yang cekal Jack. Alex juga sangat ekpresif, dia memberi pose-pose unik dengan merubah-ubah bentuk mukanya. Sesaat itu, ia lupa dengan semua masalah yang ada.

“Laper nih.” keluh Ben setelah mereka berhenti bercanda.

“Gw udah masakin telur. Tinggal ramennya.”

Keiko tidak mampu menahan rasa ingin tahunya dan bertanya, “Emang biasa Jack yang masak?”

“Yep, Dia kan umma kita.” ledek Max.

“Iyeh, dan elo, maknae rakus.” balas Jack. Ia kembali masuk ke dalam dapur, dengan Keiko dan Max.

“Hyung, buruannnnnnn. Lapeerrrr.” teriak Ben dari ruang tengah.

“Sabar. Lo makan ini dulu.” Max keluar membawakan kimchi yang sudah dipotong olehnya dan nasi putih. Keiko mengoper piring untuk telur yang selesai dimasak oleh Jack. Lalu mengambil sendok untuk menuang ramen ke mangkuk.

“Jangan, bawa aja sama pancinya.” larang Jack. “Lo bawa telurnya aja, biar gw yang bawa ramennya.”

Ben, Micky, Alex, dan Max mengerumuni meja makan menyambut makanan yang dihidangkan dengan antusias.

“Selamat makan….” Teriak mereka lalu langsung menyendok ramen dari panci ke mangkuk masing-masing. Jangan ditanya, meja penuh dengan bercak sup ramen.

“Nih.” Max memberi Keiko semangkuk ramen dengan telur dadar.

“Aku berhasil nyelametin sedikit.”

“Tumben lo Max, bisa bagi-bagi makanan. Biasanyakan elo yang ngambilin jatah kita.” ledek Alex.

“Bedalah, dia-kan pacar gw.” balas Max, lalu kembali ke bangkunya. Mereka terus mengolok-olok Max. Keiko pura-pura tidak dengar aja. Selesai makan, ia menghampiri meja mereka untuk mengumpulkan piring kotor.

“Jangan, hari ini jatahnya Ben untuk beres-beres.” larang Max.

“Ga apa, aku bantu aja.”

“Hahaha, iyah Max, kenapa sih, kalo Kei bantuin gw. Lo cemburu yah?” ledek Ben.

“Taruh di situ aja, nanti gw cuci.” ucap Jack.

“Bukannya Ben yang harus beres-beres?”

“Iyah nih, hyung. Kalau giliran gw, lo orang ga ada yang bantuin. Giliran Keiko yang mau bersihin aja. Lo orang langsung turun tangan?” protes Ben merasa ia diperlakukan tidak adil.

Sikap Max yang overprotetktif dapat dimakluminya tapi lain ceritanya dengan Jack. Cowok itu seharusnya bersikap cuek seperti biasa ia memperlakukan cewek-cewek lain.

Ben bisa menyebutkan beberapa alasan atas tindakan tidak normal Jack, seperti perasaan bersalah karena sudah membuat Keiko terjebak di sini bersama mereka, atau karena Keiko memang tamu, jadi tidak pantas menyusahkannya atau dia juga peduli dengan Keiko?

“Hyung, lo keluar deh. Gw aja yang beresin.” pinta Ben akhirnya, ia ingin bertanya langsung pada cewek ini.

“Kei, gimana menurut lo, masakanan Jack-hyung?” tanya Ben, memulai penyelidikannya.

“Enak, tapi rada pedes. Gw ga bisa terlalu bisa makan pedes.”

“Ahahhaha, iyeh. Dia kadang suka lupa yang makan bukan dia doang. Gw juga sering kepedasan.” Nih, cewek imut banget kalo nyerengit gitu, pikir Ben dalam hati.

“Lo ga marahkan, kita bikin elo jadi terperangkap gini?” tanya Ben lagi.

“Ga lah, itukan di luar kontrol lo orang. Kita udah berusaha sebisa kita kan untuk nangkep kalajengking. Sampe gw babak belur begini.” ujar Keiko menenangkan.

“Sorry banget yah, waktu itu kita dateng terlambat.”

“Ga apa, itu juga salah gw kan, udah bertindak gegabah.”

“Tapi sekarang, elo oleh merasa tenang. Max pasti bakal ngelindungin elo sampai  titik darah penghabisan. Gw ga pernah liat dia peduli banget sama cewek. Cuma dulu pas sama mantannya. Wah dulu kacau deh. Max sampe…” Ben terdiam. Kok dia jadi ngomongin mantannya Max yah.

“Yah, pokoknya sekarang dia peduli banget sama elo, cuma sama elo.” ucap Ben meralat pernyataannya tadi. Ia lalu mengelap tangannya dan keluar dari dapur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s