Chapter 16 – Mabuk

“Kamu sudah sadar?” tanya Micky, ketika menemukan Yunna sedang berdiri di samping Grand Piano. Di ruang tengah rumahnya. Kebetulan ibu dan adiknya sedang ke Amerika. Jadi ia tidak perlu khawatir untuk menjelaskan pada mereka siapa Yunna ini.

“Maaf sudah membuat repot.” ucap Yunna. Cewek itu membalikan badan dan duduk di sofa tengah. Micky meletakkan kunci mobilnya dan menghampirinya.

“Perlu sesuatu?” tanya Micky ketika melihat Yunna memijit keningnya.

“Kamu bisa main piano? Aku ingin sekali dilamar dengan permainan piano. You know, cowok itu memainkan lagu She dari Elvis Castello dan berkata kalau aku adalah perempuan yang tidak akan pernah dia lupakan. Cinta yang akan selalu diingatnya.” ucap Yunna parau. Lalu kemudian tertawa.

Tampaknya Yunna mabuk berat. Micky duduk di depan pian itu, memainkan beberapa nada ciptaannya. Hanya melodi asal-asalan yang diciptakannya sendiri.

“Kamu tahu Keiko bekerja di PopTeen?” tanya Micky tiba-tiba. Ia tidak tahu kenapa tiba-tiba membicarakan Keiko. Mungkin karena tadi dia habis bertemu dengan cewek itu. Ia hanya sembarangan mencari topik. Kalau tidak, Yunna pasti akan segera minta diantarkan pulang. Dan ia tidak ingin itu terjadi. Ia akan membicarakan apapun juga, asal Yunna bersedia menghabiskan malam di sini.

“PopTeen? Oh, mungkin oppa meminta tolong Keiko lagi, mengantikan staffnya. Ada apa?”

Micky menceritakan seringkas mungkin kejadian di Popteen. Ia lupa kalau Yunna bersahabat dengan Keiko jadi ia tidak mengedit tentang insiden kecil yang melibatkan om-om mesum dan ciuman Jack.

“Wah, sayang sekali aku ga di sana, atau aku bisa ikut menghajar orang yang kurang ajar pada Keiko. Lalu kamu bilang apa tadi? Jack mencium Keiko. Wah-wah, sahabatku laris manis rupanya.” erang Yunna lalu tertawa lagi.

Micky geleng-geleng kepala, sepertinya Yunna mabuk berat. Mungkin dia harus berhenti mengajaknya bicara dan mengatarnya pulang. Salah-salah ia malah bisa memicu kemarahan Yunna. Ia menghentikan permainan pianonya dan beranjak ke sisi Yunna.

“Tolong sampaikan pesanku pada dua temanmu itu. Jaga Keiko baik-baik. Aku tidak akan memaafkan orang yang membuat Keiko terluka atau menangis.” gugam Yunna.

Micky pasti akan menganggap Yunna sedang bergurau kalau cewek itu tidak menatapnya serius.

“Kamu sudah sadar?” tanya Micky lagi meyakinkan kalau cewek ini memang sadar dengan ucapannya.

“Kamu tahu apa yang sedang aku pikirkan sekarang? Aku juga ingin menciummu.”

Micky memerjabkan matanya beberapa kali, meyakinkan kalau dia tidak salah dengar. Tapi ia tidak peduli, baik Yunna mabuk atau sadar. Ia mengecup bibir Yunna dan Yunna membalasnya sama gencarnya dengan dirinya. Merangkulnya dan duduk di atasnya. Terus berciuman hingga mereka merasa pusing dan sesak.

Tiba-tiba Yunna tertawa. Membuat Micky mengerutkan dahi.

“Oh, aku pasti sedang bermimpi. Tapi jangan bangunkan aku dulu. Ini mimpi terbaik selama hidupku.” gugam Yunna disela-sela tawanya.

Berbeda dengan Yunna yang mabok, Micky masih sadar. Ia tidak menyukai perkataan Yunna tadi. Kalau dia ingin mereka bersama maka Yunna lebih baik dalam keadaan sadar. Bukan seperti ini. Jadi ia membopong Yunna dan bangkit berdiri. Kali ini ia benar-benar mengantar Yunna pulang.

“Kamu mau kemana?” gugam Yunna tidak jelas. Saat Micky membaringkan cewek itu di kamar Yunna. Ia yakin ini kamarnya karena ia bisa melihat hairpin yang ia berikan untuk Yunna dulu. Tapi telah beralih fungsi menjadi pajangan karena terbingkai rapi di dinding.

“Pulang, Tuan Putri.” ucap Micky lembut. Ia mengusap kepala Yunna sebelum mengecupnya dan berdiri. Tangannya ditahan oleh Yunna. Sekuat apapun ia melepaskannya, genggaman Yunna tidak mau terlepas. Heran sepertinya Yunna jadi manusia super setelah menyentuh minuman keras.

Ia tiduran di samping Yunna. Sepertinya tidak mungkin baginya untuk pulang malam ini. Kalau dia tidak ingin terbangun dengan lingkaran hitam di bawah matanya, lebih baik ia tidur juga. Ia menatap cewek di sampingnya sekali lagi, sebelum akhirnya benar-benar terlelap.


Advertisements

One thought on “Chapter 16 – Mabuk

  1. Pingback: Links to With All My Heart – Novel « Sharing love to the world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s