Chapter 17 – M n U

Micky terbangun karena suara berisik di luar. Ia menduga Keiko yang berada di luar, kemudian ia mendengar suara cowok. Hampir ia meloncat dari kasur saking kagetnya begitu menyadari suara siapa itu. Max ada di luar dengan Keiko sepagi ini? Sepanjang ia mengenal Max, tidak pernah sekalipun ia melihat adik kecilnya itu bangun lebih awal darinya atau lebih awal dari orang lain. Max benci bangun pagi. Sekarang ini pagi. Apa Max juga menginap di sini?

Ia merayap keluar dari selimut. Bergerak sepelan mungkin agar tidak membangunkan Yunna. Cewek itu masih tertidur dengan pulasnya. Ia sudah mencapai ujung ranjang ketika ia mendengar erangan Yunna. Buru-buru ia kembali ke posisi semula dan menutupi wajahnya dengan poni, agar Yunna tidak curiga kalau ia sudah bangun.

Kalau dipikirnya Yunna akan segera menyingkir atau mungkin kembali tidur. Ia salah besar. Cewek itu malah memperhatikan dia. Walaupun matanya terpejam, ia tetap dapat merasakan tatapan intens milik Yunna. Lalu ketika ia merasakan sentuhan jari Yunna di hidungnya, ia terpaksa membisikan kata, “Iseng.” pada cewek itu. Sebelum ia tertawa cekikikan karena geli. Sentuhan kecil tadi membuat ia merinding geli.

Ia tahu kalau Yunna buru-buru membalikkan badan dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Ia menatap punggung cewek di sampingnya itu dan tersenyum nakal. Sepertinya ini saat yang tepat untuk membuat cewek itu mengemis pengampunannya. Ia tidur menyamping. mengunakan punggung telunjuknya untuk mengelus lengan Yunna yang berada dibalik selimut.

“Kamu tidur?” bisik Micky ke kupingnya. Yunna tidak menjawab tapi ia bisa melihat dia mengendik sekejab. Ia mengulang kembali pertanyaannya sambil berbisik semakin dekat di kuping Yunna, “Bener kamu tidur?” Membiarkan hempusan nafasnya menyapu tengkuk Yunna, membuat perempuan itu kembali mengendik.

“Kalau kamu tertidur, berarti kamu tidak akan marah kalau aku melakukan ini kan?” selesai menyelesaikan perkataannya, Micky mencium tengkuk Yunna, menjilatinya terus menuju pipi Yunna. Ia bisa merasakan Yunna menegang.

“Kamu juga ga akan tahu kalau aku melakukan ini bukan?” tanya Micky lalu menyelipkan tangannya balik selimut Yunna. Meletaknnya di atas perut Yunna. Ia tahu Yunna tidak mengenakan apa-apa dibalik pakaian tidurnya, karena tadi malam dia sendiri yang membantu Yunna berganti pakaian. Jadi jangan salahkan dirinya sudah bersikap nakal saat ini. Menghitung ia telah menahan diri sejak tadi malam.

“HENTIKAN!!!”

“Jadi kamu tidur atau sudah bangun?” tanya Micky tidak mengindahkan teriakan Yunna. Ia juga tidak memindahkan tangannya, malah mulai melingkar-lingkarkan jarinya di atas perut rata tersebut. Menempelkan dada telanjangnya ke punggung Yunna, merapatkan tubuh mereka. Hanya selimut yang membatasi kulitnya bersentuhan dengan kulit Yunna.

“Stop. Please…” desah Yunna sambil menepis tangannya.

Bukanya mundur, Ia malah semakin semangat mengerjai Yunna. Dengan sigap ia menangkap kedua lengan Yunna, menahannya di atas kepala Yunna. Sama seperti posisi mereka di Jeju dulu.

“Aku akan berhenti kalau kamu mulai berkata jujur.” tantang Micky. Ia mecium tengkuk Yunna dan mulai turun ke dadanya. Ia baru berhenti ketika Yunna menyerah dan bersedia melakukan permintannya. Sesuai janjinya, Micky menarik tangannya dari tempat-tempat terlarang dan melepaskan pelukannya. Yunna menatapnya garang dengan bibir cembetut.

“Do you love me?” tanya Micky.

“NO….!” teriak Yunna bercanda lalu bersiap kabur.

“No?” balas Micky, ia berhasil menahan tangan Yunna dan menariknya kembali ke atas kasur dan menahannya di bawah tubuhnya “No kamu bilang?”

“Yes, yes, yes..” ucap Yunna berulang-ulang sambil tertawa dan mengeliat-geliat.

“Yang benar yang mana Tuan putri?” Micky menyisakan jarak yang cukup antara kepala miliknya dengan Yunna, hanya untuk melihat dengan jelas ekspresi Yunna yang berubah menjadi jahil.

“Iyah, cowok pemarah. I love you.”

Setelah mendengar jawaban Yunna, ia tidak tahan untuk tidak mengecup bibir milik Yunna. Menciumnya dengan lembut, kali ini Yunna membalasnya . Tidak perlu waktu lama untuk mengubah ciuman itu ke ritme yang lebih intens.

Pada saat Micky mulai mencium tengkuk Yunna, ponselnya berbunyi. Ia mengerang kesal. ia tidak perlu mengangkat telepon itu untuk mengetahui siapa yang menelponnya. Hari ini ia ada jadwal pemotretan jam 10. Jadi telepon itu pasti dari managernya. Moodnya langsung hilang.

“Kamu tidak akan mengangkatnya?” tanya Yunna.

Micky menatap Yunna yang sudah berdiri si samping ranjang dan melempar ponselnya yang kembali berdering. Yunna keluar dari kamar setelah itu. Ia mengambil ponsel tersebut dan menjawab panggilan, “Iyah, hyung. Jam 10 kan. Saya datang sendiri.” lalu ia kembali mengerang kesal.

Menyerah juga dan masuk ke kamar mandi. Berbersih dan kembali mengenakan pakaiannya tadi. Bukan kebiasaannya tapi ia tidak punya pilihan. Ia keluar dari kamar Yunna dan mendapati cewek itu sedang mengunyah. Perutnya ikut merasa lapar.

“Kamu mau makan? Keiko yang bikin.” tawar Yunna.

Ia mengambil satu french toast tersebut dan mengunyahnya. Enak, agak-agak mirip dengan bikinan Jack. Ia mengambil satu lagi.

“Waktu pulang semalam, kamu bertemu Keiko?”

Micky mengeleng, “Sepertinya dia sendiri kedatangan tamu.”

“Tamu? Bagaimana kamu tahu kalau kamu ga bertemu dia langsung semalam?” tanya Yunna tidak mempercayainya.

Ia terpaksa menjelaskan apa yang dia dengar tadi pagi, “Aku mendengar pembicaraan mereka tadi pagi. Cukup jelas, jadi aku tidak mungkin salah mendengar kalau Max menginap semalam.”

“Kamu cuma denger kan? Tidak melihat langsung. Bisa saja Keiko berbicara dengannya melalui speakerphone.”

“Tidak aku yakin, Max menginap semalam. Semalam aku melihat mobil yang sama dengan punya Max di parkir di depan rumah.” tegas Micky. Ia sudah melahap 3 lembar french toast sekarang. Perutnya masih belum menunjukan tanda-tanda kenyang. Tapi tadi Yunna bilang ini bikinan Keiko. Ia mengerutkan dahi, ia pernah melihat Jack menelpon Keiko. Jangan-jangan Jack yang mengajari Keiko. Jadi ketiga orang memang terlibat cinta segitiga?

“Yun, sepertinya Jack juga naksir Keiko. French toast ini semakin dimakan semakin mirip dengan bikinan Jack. Max sih sudah pasti memang mengejar Keiko. Dari awal dia memang sudah mengatakan hal ini dengan jelas.”

Peryataannya tadi membuat Yunna menatapnya intens dan ia tahu, Yunna memikirkan hal yang sama dengannya.

“Maksud kamu Jack yang mengajarinya? Jadi tadi malam aku tidak mengigau? Max dan Jack jatuh cinta pada Keiko.”

Micky menaikkan bahunya, ia sama butanya dengan Yunna. Yunna menatapnya lama, membuat ia menebak-nebak apa yang ingin disampaikan padanya. Yunna menunduk, terlihat makin ragu. Iamengangkat wajah Yunna, memaksanya bertatapan langsung. Ia berusaha menebak apa yang membuat Yunna gundah.

“Aku punya firasat buruk dengan hubungan mereka. Keiko bukan cewek yang cukup tegas kalau sudah menyangkut percintaan. Aku tidak mau dia terluka. Berdekatan dengan artis seperti kalian saja sudah bisa menciptakan masalah sendiri untuk Keiko yang hanya orang biasa. Bagaimana kalau sampai ada yang tahu kalau ada 2 orang Fox-T yang sedang memperebutkannya? Ky, aku ga bisa lihat Keiko terluka. Dia orang yang amat penting untuk aku.”

Micky memeluknya, mengusap-usap punggungnya. Ia mengerti, sangat mengerti kegelisahan Yunna. Karena dia sendiri terjebak diantara Max dan Jack. Posisi paling menyebalkan yang pernah ia alami. Tapi sebelum memusingkan percintaan orang lain, lebih baik dia memikirkan dirinya dulu. Ia tidak tahu bagaimana menyampaikan pada teman-temannya mengenai perkembangan hubungan dia dengan Yunna.

Dan ia memang tidak sempat, terlalu banyak masalah dan musibah yang terjadi.


Advertisements

2 thoughts on “Chapter 17 – M n U

  1. Pingback: Links to With All My Heart – Novel « Sharing love to the world

  2. Pingback: With All My Heart – Synopsis and Link « Sharing love to the world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s