Chapter 18 – Max, Keiko dan Jack

Dan kenapa gw harus terlibat dalam cinta segitiga mereka? – Micky

Yunna mengetuk-ngetuk meja kantornya, menunggu dengan tegang hasil laporan Big. 2 Jam sudah berlalu sejak ia memerintahkan tangan kanannya itu untuk mencari ‘VC’. Sekedar pesan singkatpun belum ia terima dari Big.

Begitu ponselnya berbunyi, ia menyambarnya langsung, “Hallo…”

“Hei…. Sedang apa?”

Segurat senyum menghiasi wajahnya walau hanya beberapa detik. Micky yang menelpon. Mudah-mudahan pacarnya ini membawa berita baik.

“Masih di kantor. Bagaimana Keiko masih sama kamu?” sosor Yunna.

“Tidak, baru saja dia pulang. Sendiri.”

“SENDIRI?! Micky, kenapa Keiko dikasih pulang sendiri? Mana Max dan Jack?!”

Ia mendengar Micky menghela nafas. “Maaf, aku sampai berteriak. Kamu sudah makan?” ujarnya mencoba memperbaiki mood.

“Sudah, di Nobu. Keiko juga sudah makan. Kalau kamu penasaran.”

Yunna terkikik mendengar ucapan Micky. Lagi-lagi cowok ini tersinggung. Tapi itulah menariknya Micky. Ia justru jatuh cinta karena kesensitifannya itu.

“Teman kamu tuh, sama keras kepalanya sama kamu. Dia mati-matian ngotot untuk pulang sendiri. Tapi tenang aja, aku lagi buntutin dia sekarang. Kita sudah sampai di mini market. Paling sebentar lagi dia sampai.”

“Kamu memang pacarku yang paling hebat dan licik!” puji Yunna.

Ia mendengar suara langkah orang, ia menduga itu pasti Keiko. “Ky, orangnya udah sampai. Nanti aku telpon kamu lagi.”

Tepat saat ponselnya dimatikan, Keiko masuk ke dalam rumah. Ia mengerutkan dahi melihat dandanan Keiko yang super hip-hop. Tampaknya Fox-T sudah memaksa sahabatnya ini untuk menyamar. Cukup sempurna, kalau orang lain yang melihatnya pasti tidak akan mengetahui kalau itu adalah Keiko. Ia menyapanya santai dan bercerita ngulurn-gidul mengenai pekerjaannya. Mengunggu Keiko untuk mengungkapkan sendiri kejadian hari ini. Bahkan ia tidak menanyakan mengenai perubahan penampilan Keiko.

“Tumben ga nanya kenapa gw pake baju aneh seperti ini?” tanya Keiko keheranan.

“Karena elo bakal cerita sendiri, untuk apa gw nanya.”

Yunna mengulurkan lidahnya. Memancaing tawa Keiko. Tapi tidak, Keiko malah melempar tubuhnya ke sofa dan mendesah, “Yun, gw cape banget…”

Itulah awal Keiko mencurahkan semua unek-uneknya. Yang kurang lebih sama dengan cerita Micky. Hanya saja, dari Keiko ia tahu lebih detail soal insiden ciuman itu dan bagaimana abangnya yang bodoh dan teledor kembali gagal menjaga Keiko. Tanpa sadar ia mulai memaki dan mengutuki BaeWon. “Dasar oppa! Dia tuh sama sekali tidak berguna! Selalu gagal jagain elo! Untung ada Max! Kalau elo sampe diapa-apain sama om-om busuk itu, gw bakal samperin oppa terus gw tampar bolak-balik!” tidak selesai sampai disana, ia lanjut memarahi Jack, “Terus si Jack juga, mabuknya jelek amet sih. ampe nyiumin orang. Dasar artis gila!”

Semua perkataan Yunna tadi hanya untuk memancing reaksi Keiko. Kalau Keiko memang memikirkan salah satu diantara mereka. Nama itu pasti akan muncul sesuai urutan. Yang pertama, adalah yang terpenting, dan selanjutnya. Sebalnya sahabatnya itu malah mentertawakannya. Seperti kesenangan melihat Yunna marah-marah.

“Kok elo ga bela oppa sih? Tumben banget?” pancing Yunna. Kalau Keiko menolak menyebut nama cowok-cowok ini duluan, ia akan memancing satu per satu.

Tawa Keiko kembali meledak. “Gw bela dia, elo marahin gw. Gw diemin, masih dimarahin juga. Sebetulnya elo mau gw lupain dia or gimana sih neng?”

“Entahlah. Tapi emang elo udah lupain dia?” tanya Yunna tertarik.

“Mungkin. Belakangan memang udah jarang mikirin dia. Gw sibuk banget.”

Pembicaraan terputus sebentar. Ada pesan masuk dari Big. “Belum ada jejak.” Dengan kesal dilemparnya ponsel ke sofa. Dasar tidak berguna! Ia menengok pada Keiko yang sedang melamun dan mencandainya, “Tok tok tok, who’s there?”

“Yun, siapa cowok yang sering gw omongin sekarang?”

“Ehmm, Max, Jack, MC elo, si Tae…”

“Paling sering?” tuntut Keiko.

“Kayaknya Max, secara dia yang nelpon melulu dan gw juga nanyain dia terus. Tapi kalau elo tanya siapa yang pernah elo panggil, waktu mengigau. Jack.” ucap Yunna singkat. Ia tidak berbohong, ia memang pernah mendengar Keiko menyebut nama Jack disertai dengan makian bodoh dan bawel sih. Tapi tetap saja, itu berarti Keiko sedang memimpikan cowok itu kan?

Melihat dahi Keiko makin mengerut, ia menambahkan, “Kei, siapa saja yang elo pikirin sekarang, gw ga akan komentar. Asal orang itu bukan oppa.”

Ia berharap Keiko akan menjelaskan atau paling tidak bercerita lebih banyak lagi. Bukannya malah masuk ke kamar dan mengunci diri seharian.

Kaau sudah seperti ini, ia hanya bisa melapor pada Micky dan kembai meminta pacarnya untuk memperhatikan perkembangan cinta segitiga Keiko. Bertukar informasi tentang hasil pengejaran mereka yang sama-sama nihil.

“Betul gak sih, ‘VC’ ini yang kita cari?”

“Ga, baby ga akan salah. Kamu boleh percaya insting dia soal hal-hal seperti ini.” sanggah Yunna atas keraguan Micky. Insting Keiko selalu tajam untuk menilai sesuatu. Sudah sering terbukti dari kasus-kasus mereka dulu, dari stalker, maling celana dalam, pencuri dompet, sampai hilangnya …. Tidak pernah salah. Sampai terkadang ia meledek Keiko memiliki Sixth sense.

“Mudah-mudahan saja. Kalau masalh ini tidak segera selesai. Segitiga ini akan semakin bengkok. Kamu ngertikan maksud aku?”

Ia mengerti dengan jelas apa yang dikatakan Micky. Kalau masalah ini sampai bocor ke public, Keiko akan dicecer oleh fanx Fox-T. Bukan hanya hidup Keiko akan menjadi sorotan publik, tap masalah percintaan mereka akan putus begitu saja. Para pengemar Fox-T tidak akan simpati dan menerima Keiko kalau sampai sahabatnya itu berpacaran dengan salah satu dari idola mereka.

“Sebaiknya aku menyuruh Big untuk bergerak lebih cepat. Mungkin aku harus menyewa beberapa orang lagi.” gugam Yunna.

“Hati-hati Yun. Kalau terlalu gegabah, kelenjing malah masuk kembali ke sarangnya.”

“Kamu benar, aku terpaksa harus bersabar menunggu hasil pengejaran Big. Mudah-mudahan besok ada kabar baik. Bagaimana keadaan di sana?”

“No good. Max belum pulang dari makan siang tadi. Sedangkan Jack mengunci diri seharian di kamar. Aku terpaksa mengungsi ke ruang tengah. Bisa dibilang ini keadaan paling parah yang pernah kita alamin.”

“Kenapa sih, semua ini terjadi tepat sebelum ulang tahun Keiko?” keluh Yunna.

“Keiko ulang tahun? Kapan?”

“Besok. Rencananya aku mau mengajak dia keluar makan. Kalau seperti ini, terpaksa home party deh.” Keluh Yunna lagi. Tapi tunggu, mungkin kalau cowok-cowok ini mau datang ke pestanya, Keiko bisa lebih senang. Tanpa menunggu lebih lama lagi, ia bertanya pada Micky, “Ky, kalian mau datang? Jam 7 di sini?”

“Aku pikir kamu ga akan nanya! Hampir saja aku ke rumah kamu besok dan masuk dengan paksa!”

Omelan khas Micky yang selalu saja berhasil membuat Yunna tertawa. tiba-tiba ia jadi ingin bertemu dengan Micky. Tapi ia tidak bisa, ia tidak mungkin meminta cowok ini datang saat Keiko sedang ada di rumah, ia belum bercerita pada Keiko kalau sekarang ia pacaran dengan Micky. Bukan bermaksud untuk menyembunyikan hal ini, tapi waktunya belum tepat. Ia yakin Keiko juga akan berbahagia jika mendengar sekarang aku mulai berpacaran. Bukannya Keiko sendiri yang sering memarahinya agar tidak berganti-ganti pasangan terus.

“Kamu lagi mikirin apa?”

Ia lupa kalau ia masih berbicara dengan Micky, berapa lama ia melamun tadi?

“Engga, aku cuma, ehm… seberapa cepat kamu bisa tiba di sungai Han?”

“Sungai Han? 15 menit.”

“Aku tunggu kamu di sana.” ucapnya lalu menutup ponsel dan ngebut sampai ke pinggir sungai Han. Ia memakirkan mobilnya di pinggir sungai di dekat bendungan. Tidak akan ada yang dapat melihatnya di sini. Ia sudah mengirim kordinat posisinya pada Micky. cukup memasukan kordinat tersebut ke dalam GPS, Micky bisa menemukannya dengan mudah.

Ide ini tercetus begitu saja. Kalau mereka tidak bisa bertemu di rumah, mereka bisa bertemu di luar. Walau hanya sebentar, itu sudah cukup. Ia hanya perlu melihat wajah bodoh Micky 5 menit saja.

Tok tok tok. Jendela mobilnya diketuk. Ia membuka kunci pintunya dan membiarkan Micky masuk.

“Hai…” ucap Micky sambil menghembuskan nafasnya yang berembun. Tampaknya di luar sana betul-betul dingin.

“Hai… Kamu cepat juga.” sapa Yunna. Ia heran akan dirinya sendiri yang selalu berubah bergairah ketika bertemu dengan Micky. Mendadak ia jadi begitu ingin mencium Micky dan mengelung dalam pelukan cowok itu. Rasanya pasti hangat.

“Kamu mikirin apa?” ledek Micky, membuat Yunna memalingkan wajah dan bersemu merah.

“Aku juga kangen sama kamu.” ucap Micky yang kemudian merangkul dan mengecup keningnya.

Ia senang karena perasaannya berbalas. Ia menyandarkan kepala di pangkuan Micky, membiarkan cowok itu membelai rambutnya. Salju mulai turun di luar, menciptakan suasana yang lebih romantis. Sekaligus lebih dingin,membuat ia mengigil sedikit.

“Kamu kedinginan?” tanya Micky.

Cowok itu melepas jaketnya dan menebarnya di atas Yunna, mejadikannya selimut.

“Terima kasih.”

“Sama-sama tuan purti. Sudah sepantasnya hamba melakukan hal tersebut. Keselamatan tuan putri adalah yang terpenting.” ucap Micky dengan nada dibuat-buat. Membuatnya terkikik.

“Begitu dong. Kamu ga pantes mengkerut seperti tadi. Kamu tenang saja lah. Kita pasti bisa nemuin ‘VC’ dan kalaupun gagal, kita bayar saja uang tebusan itu. Pihak management sudah menyanggupi untuk menutup masalah ini. Lagipula Yun, bukannya justru skandal ini bisa menjadi indirect publikasi untuk film kita? Orang-orang pasti akan penasaran siapa Keiko dan otomatis mereka akan mendapat info kalau dia yang mengarap film untuk Fox-T. Pada akhirnya malah hanya akan membicarakan film tersebut.”

Yunna bangkit setelah medengar omongan tidak bertanggungjawab dari Micky, “Kalian artis tentu sudah terbiasa dengan gosip dan skandal! Tapi bagaimana dengan Keiko?! Dia cuma cewek biasa, tanpa status sosial yang istimewa, kecuali kenyataan kalau dia berteman denganku dan bekerja di statiun TV dan menggarap film kalian?! Bagaimana kalau dia dipecat?! Atau pengemar fanatik kalian memukulinya? Jangan naif Ky!!”

“Ayolah, semua gosip akan menghilang dalam waktu 49 hari.” gurau Micky.

“Turun!” bentak Yunna, bercanda atau tidak, ia tidak suka sikap Micky. Hidup Keiko bukan sesuatu yang bisa dibuat bercandaan seperti tadi.

“Ayolah Yun, kamu tidak serius menyuruh aku keluar kan?”

Yunna tidak bergeming, “Turun!”

Mereka saling bertatapan untuk beberapa saat, sebelum akhirnya Micky turun dan membanting pintu mobil Yunna kencang. Yunna mendelik, sikap macam apa itu! Ia menyalakan mesin mobilnya dan melewati Micky yang masih berjuang menerobos salju menuju mobilnya.

Malam itu ia tidak bisa tidur. Sebagian dari dirinya menyesal karena terlalu emosi dan menyebabkan ia dan Micky bertengkar. Seharusnya ia bisa bersikap lebih dewasa dan mengerti kalau Micky hanya bergurau. Bukan benar-benar menganggap sepele masalah Keiko.

Ia terus bolak balik di atas kasur. Membuka dan menutup ponselnya berulang-ulang kali. Haruskah ia menelpon dan meminta maaf? Lalu apa yang harus ia katakan? Bagaimana kalau Micky tidak mau memaafkannya?

Ia mulai menekan tombol di ponselnya, sampai di angka ke 5. Ia berhenti dan menutupnya. Membatalkan niatnya.

Ia akan memberikan waktu sepanjang malam ini untuk Micky berpikir. Ia harus membuat Micky mengerti betapa besar arti Keiko untuknya. Kalau untuk hal sekecil ini saja, dia tidak sanggup memahaminya. Percuma mereka berhubungan. Masa depan mereka hanya akan dipenuhi dengan pertengkaran.

Akhirnya ia tertidur ketika jarum pendek menyentuh pukul 2 malam. Hanya beberapa jam sebelum ia kembali ke rutinitasnya. Ia sempat berdoa, memohon agar setiap masalah hari ini berubah menjadi berkat. Besok ulang tahun Keiko.


Advertisements

2 thoughts on “Chapter 18 – Max, Keiko dan Jack

  1. Pingback: Links to With All My Heart – Novel « Sharing love to the world

  2. Pingback: With All My Heart – Synopsis and Link « Sharing love to the world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s