Chapter 20 – Cinta Jack

“Lepasin!”

Micky nyengir mendengar bentakan Yunna. Ia tahu pacarnya ini akan marah-marah padanya karena sikapnya tadi. Tapi ia juga harus menjaga perasaan Jack. Orang yang paling menderita saat ini adalah temannya itu. Jack tidak bisa menunjukan perhatiannya pada Keiko secara langsung. Tidak saat Max masih ada di samping Keiko.

Mereka sudah sampai di taman terbuka yang terletak di atas gedung. Ini tempat strategis untuk menenangkan kemarahan Yunna. Ia tahu kalau saat ini Yunna pasti ingin berbicara dengan Keiko yang baru sadar dari seminggu koma

.

Melihat Yunna masih melototinya, Micky kembali berkata, “Jangan begitu, kamu harus mengalah. Kalau aku yang berbaring di sana, orang yang paling ingin aku lihat pertama kali pasti kamu. Orang paling penting dalam hidup aku.”

“Tapi kan kita ga masih tidak tahu siapa yang paling penting untuk Keiko.” bantah Yunna.

Micky mengelengkan kepala, tidak habis pikir dengan rasa bersaing Yunna untuk menjadi orang terpenting bagi Keiko. Bukannya sudah cukup Jack dan Max saja sebagai pesertanya. “Ngomong-ngomong mana Jack?” tanya Micky.

“Dia nyangkut di luar kamar Keiko. Dia kenapa selalu menarik diri sih? Dia juga teman Keiko kan? Kenapa sih kamu ga biarin saja aku memarahi kebodohan Jack?!”

“Karena kita ga berhak tuan putri….. Kapan sih kamu mau mengerti hal ini?”

Ia mencubit pipi Yunna gemas. Rasa kepedulian Yunna terhadap Keiko makin berlebihan.

“Kenapa aku ga berhak? Aku sahabatnya! Kita sudah seperti adik-kakak.”

“Karena kamu sahabatnya maka dari itu kamu hanya boleh memperhatikan mereka dari samping. Terlalu ikut campur dalam kehidupan mereka malah akan membuat keadaan semakin kacau. Lagipula Yun, seharusnya kamu lebih percaya pada Keik, kalau sahabatmu itu bisa mengambil keputusan yang tepat. Sama seperti aku percaya pada Jack, kalau dia akan menghentikan kebodohannya dan bersaing secara terang-terangan dengan Max.”

“Asal kamu tahu, aku ga simpati sama sekali pada sikap Jack yang sok mengalah!”

“Jangan begitu Yun. Jack punya alasan sendiri dan kita ga bisa paksa dia untuk melakukan yang tidak ingin dia lakukan.” bela Micky.

“Salah, seseorang justru harus menyadarkan dia! Kamu lihat sikap dia tadi? Sebentar perhatian, sebentar mencueki Keiko. Aku yang melihat saja bisa salah menilai sikap Jack. Apalagi Keiko, bisa saja dia malah sudah jatuh cinta pada cowok norak itu! Sikap Jack justru membuat segalanya lebih rumit. Kalau Jack menunjukan dengan jelas sikapnya dan bersaingan dengan Max. Lebih gampang untuk Keiko memutuskan siapa diantara mereka yang akan dipilihnya!”

Yunna ingin sekali-sekali melabrak cowok norak sok pahlawan itu. Satu tamparan kencang biar Jack sadar dan bersikap lebih berani untuk mengejar Keiko.

“Apa maksud elo dengan Jack bersaing dengan Max?” tanya Ben yang ternyata mendengar pembicaraan mereka tadi.

“Ben, mungkin maksud Micky soal Keiko.” ujar Alex mengaggetkan Yunna dan Micky. Tidak menyangka kalau Alex mengetahui masalah ini juga.

Micky menerima SMS kalau mereka akan datang, tapi tidak meminta mereka untuk naik ke atas. Mungkin Alex dan Ben merasa lebih nyaman juga sama-sama menjenguk Keiko. Jadi mereka memutuskan untuk naik ke sini.

“Elo juga tahu?” pekik Micky tidak menutupi keterkejutannya.

“Apa kalian meremehkan gw sebagai leader? Tentu saja gw tahu! Gw menyadarinya sejak pertemuan kita di Starbucks.” jawab Alex.

“Starbucks? Itukan hari pertama kita bertemu. Jack sudah tertarik pada Keiko, hari itu? Gimana mungkin gw bisa ga sadar?” tanya Ben kebingungan.

“Karena elo sibuk nyomblangin Max ke Keiko. Makanya elo ga lihat bagaimana Jack memandang mereka.” jawab Alex dan Micky bersamaan.

Penjelasan Alex sangat masuk di akal. Ben jadi termenung, Micky merasa kasihan pada Ben. Temannya yang satu ini memang lebih polos dan one track minded. Saat Ben berkonsentrasi pada sesuatu dia tidak dapat melakukan hal yang lain.

“Sekarang mereka dimana?” tanya Ben celingukan mencari 2 orang yang sedang mereka bicarakan.

“Keiko sudah siuman. Max sedang di dalam menemani Keiko. Tidak tahu kalau Jack. Tadi sih di sana juga.” Micky memberi penjelasan.

“Elo ninggalin mereka bertigaan? Pengen perang dunia pecah apa?!” tanya Ben tidak percaya.

“Sudah terjadi, tadi mereka udah tonjok-tonjokan. Jadi ga masalah sekarang.” cibir Yunna. Pantas saja Jack tidak berani terang-terangan mendekati Keiko. Semua temannya mendukung Max.

“Kita ga tahu Jack serius sama Keiko. Kalau tahu, kita juga ga mungkin biarin dia mendem selama ini.” ujar Ben.

Muka Yunna memerah, rupanya tadi ia menyuarakan pikirannya. Sehingga Ben menjawabnya.

“Iyah, Yun. Aku sendirikan udah bilang sama kamu. Penyelesaian masalah ini ada di tangan Jack.” Micky merangkul Yunna. Memastikan pacarnya ini tidak berdiri terlalu jauh darinya agar ia dapat menghentikan mulut Yunna tepat waktu.

Melihat keakraban Micky dan Yunna, Ben mengangkat satu alisnya, “Kalian pacaran?” Lalu ia berteriak, “YA! Kenapa tidak bilang-bilang?!” setelah melihat kedua orang itu tersenyum malu-malu dan menrapatkan rangkulannya.

“Kita jadian beberapa hari yang lalu. Pas kantor heboh.” alasan Micky.

“Lebih baik kalian tidak terlalu dekat. Gw lihat banyak orang memandang kemari.” ulus Alex.

Micky mengangguk setuju, dan melepaskan Yunna tapi mereka tetap berdiri berdampingan. “Sebetulnya gw ada ide untuk nutupin insiden Jack.”

Pernyataannya membuat teman-temannya memandanginya tertarik. “Nyebarin hubungan gw dengan Yunna. Dengan begitu perhatian mereka pasti terbagi.”

“Ya elah, gw pikir elo punya ide brilian apa. Yang begitu tidak akan terlalu pengaruh. Pengemar Jack tetap akan menyusut Keiko, apalagi kalau mereka mencium kedekatan Max. Wah, bisa makin kacau.”

Komentar Ben ada benarnya juga. Jack dan Max sama-sama memiliki penggemar yang jauh lebih fanatik dan maniak. Biasanya kita menyebut mereka sseasang, obsesser. Tindakan mereka jauh lebih tidak masuh akal dibanding penggemar biasa. Mereka sanggup mengikuti mereka kemana-mana, membeli segala sesuatu yang berhubungan dengan sang idola, seperti baju bekas pakai, handuk, makanan sisa atau bahkan sekedar botol minum bekas idolanya. Sseasang tidak peduli bagaimana orang lain memandang idolanya. Mereka hanya akan dan selalu membela sang idola. Bisa dibayangkan kalau para sseasang ini mendengar Jack sekaligus Max memperebutkan cewek yang sama?

“Kenapa? Kamu pusing? Sakit maag kamu kumat?” tanya Micky khawatir melihat wajah Yunna berubah pucat dan memegangi perutnya. Ia ingat kalau Yunna juga memiliki sakit maag akut seperti mamanya. Wajar kalau penyakit itu kambuh, beberapa hari ini jadwal makan Yunna tidak menentu.

Ia memapah Yunna berjalan kembali ke dalam Rumah Sakit. Ben dan Alex mengikuti mereka di belakang. Setelah meminta obat maag, mereka menuju ruangan Keiko. Jack tidak ada dimana pun. Tapi Max masih di dalam menemani Keiko.

Disadarinya tatapan penuh selidik Yunna ketika melihat Alex dan Ben mengerumuni Keiko. Bergantian membuat Keiko tertawa.

“Yang peduli dengan Keiko, bukan cuma kamu, Yun. Semua orang sayang pada Keiko.” bisik Micky.

“Yah, bisa aku lihat. Lalu kenapa mereka lebih mendukung Max dibanding Jack? Apa mereka lebih sayang pada Max?” tanya Yunna ikut berbisik. Sama-sama mengerti kalau topik pembicaraan mereka tidak boleh sampai di dengar Keiko.

“Karena Max mengatakan lebih dulu kalau dia naksir pada Keiko dan dia juga meminta kita untuk membantunya. Tapi alasan utama kenapa kita begitu semangat jodohin Max dengan Keiko, karena Max sudah terlalu lama single dan sakit hati.”

Micky menarik Yunna untuk duduk di bangku. Ia perlu kenyamanan sebanyak mungkin sebelum mulai bercerita. Cerita soal pertunangan Max yang gagal, keterpurukan mental Max dan seberapa senangnya mereka ketika akhirnya Max berbicara soal Keiko.

“Tapi kan tetap saja, masa hanya karena dia yang mengalami patah hati, kalian semua membela Max?!”

Ia tidak berharap Yunna dapat menerima penjelasannya. Ia hanya ingin Yunna tahu bagaimana semua masalah ini berawal. Tidak ada satupun diantara member Fox-T yang berpikir kalau Jack juga jatuh cinta pada Keiko. Yang mereka lihat, Jack ikut membantu hubungan Max. Memberikan masukan-masukan cara menaklukan Keiko. Kalau dipikir lagi sekarang, Jack mengetahui apa yang disukai oleh Keiko. Jack juga tahu kebiasan-kebiasan Keiko dengan tepat. Tapi tidak ada yang curiga. Semua berpikir kalau itu memang keahlian Jack. Temannya inikan lady killer.

“Apa karena itu juga, Jack memutuskan untuk mengalah?”

“Jack cuma bilang Max lebih cocok untuk Keiko.” ujar Micky mengulang alasan yang diberikan Jack padanya hari itu. Ia tidak pernah berpikir seperti pertanyaan Yunna tadi. Tapi bisa saja, itu benar. Jack mengalah demi Max. Semakin dipikirkan, semakin masuk akal.

“Benarkan dia mengalah untuk Max?” tanya Yunna lagi seakan bisa membaca pikiran Micky.

“Sudahlah, tidak akan ada habisnya kalau kita ngomongin mereka melulu. Lebih baik kita pikirin mengenai kita.” tuntas Micky.

“Kita? Memangnya ada apa dengan kita?”

“Kencan dong. Setelah Keiko sadar, kamu tidak boleh menolak lagi untuk pergi.” Micky menyentil kening Yunna.

Sudah terlalu lama mereka tidak bersenang-senang. Sedikit hiburan tidak ada salahnya kan. Mumpung masih tersisa 3 hari dari cuti panjang tahunannya.

Sebagai seorang artis, ia tidak bisa berpacaran layaknya orang biasa. Pergi ke tempat-tempat umum di Seoul. Kalau mereka mau pacaran di luar, mereka harus lari ke luar negri. Itu juga yang dia lakukan. Menculik Yunna ke Hongkong. Di negara asal Jackie Chan itu, dengan santai mereka bisa jalan berduaan di tempat umum. Tanpa khawatir akan terfoto paparazi. 2 hari penuh mereka habiskan untuk berbelanja, makan dimsum setiap pagi, menonton opera ala Cantonesse dan menikmati kebersamaan mereka.


Advertisements

2 thoughts on “Chapter 20 – Cinta Jack

  1. Pingback: Links to With All My Heart – Novel « Sharing love to the world

  2. Pingback: With All My Heart – Synopsis and Link « Sharing love to the world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s