Heartbeat – Chapter 1

January, 2012

“Bagus, terserah kalian! Mulai sekarang, aku tidak akan ambil pusing lagi!” Seru Alex kemudian pergi meninggalkan rumahnya. Membiarkan 4 pasang mata menatapnya bingung.

“Lex, jangan marah. Mereka kan memang sering adu mulut.” Kejar Jack.

Tapi Alex menepis tangan temannya itu, ia kembali menggerutu, “Aku bosan melihat mereka selalu ribut. Kapan sih mereka bisa dewasa.”

“Sabar sedikitlah. Sebentar lagi mereka juga minta maaf padamu.”

“Aku tidak peduli. Kamu juga Jack! Sudah tahu Max masih ada hati dengan Keiko, bagaimana bisa kamu ikut menyetujui ide bodoh Ben!”

“Hei, kamu tidak perlu membawa-bawa Keiko. Max sudah dewasa dan dia harus menerima kalau Keiko memang bersamaku.” Ujar Jack tidak kalah sengit. Ia tidak suka pacarnya ikut disangkut pautkan dalam pertengkaran ini.

“Kalian semua sama saja, selalu membuat pusing. Kapan sih kalian bisa membiarkan aku senang?” Tandas Alex.

“Jadi begitu menurut kamu?”

Alex bisa melihat di mata Jack, kalau cowok itu terluka dengan ucapannya. Tapi ia tidak peduli. Ia masuk dalam mobilnya dan segera menancap gas. Ia bukan supir yang buruk, tapi pada saat emosi, gerakannya semakin tidak terkontrol.

Sendirian di dalam mobil, memberi cukup waktu untuk Alex menenangkan diri. Ini bukan pertama kalinya ia bertengkar dengan 4 member bandnya, Fox-T. Tapi bisa dibilang termasuk yang paling parah. Karena biasanya ia tidak pernah meninggalkan area perang. Bertempur hingga titik darah penghabisan adalah mottonya. Kepergiannya kali ini menunjukan keputus-asaannya.

Padahal awalnya mereka hanya membicarakan tentang liburan mereka di akhir bulan ini. Tapi kalau ternyata menjadi pertengkaran sengit, kesalahan tidak sepenuhnya ditanggung olehnya. Max yang single juga ikut berperan memperkeruh suasana.

Cowok termuda di grupnya itu memang terkenal lebih emosional. Tapi, Ben juga terlalu mengotot untuk membawa pacar. Padahal jelas-jelas cowok itu tahu, masih sulit untuk Max melihat Keiko, cewek yang pernah disukainya dulu bermesraan dengan Jack.

Yah, walau ia tahu, Keiko dan Jack cukup menahan diri dan menjaga jarak mereka ketika ada Max. Tapi tetap saja, membuat suasana tidak enak. Ia yang tadinya bermaksud menengahi jadi ikut emosi dan marah.

Tadinya, Alex bermaksud memperkenalkan pacar yang selama 2 tahun ini di sembunyikan olehnya. Bukan dengan sengaja, tapi memang tidak pernah ada waktu yang tepat untuk memperkenalkan EunJi pada mereka.

Jadwalnya dan jadwal Eunji seringkali bertabrakan hingga mereka jarang bertemu. Maklum Eunji seorang pengacara sekaligus wiraswasta sukses. Orang Singapur yang bermigrasi ke Korea. Menguasai 5 bahasa, Inggris, Bahasa, Chinese, Korea dan Jepang. Pengacara perdata senior yang sangat diandalkan oleh perusahaannya bernaung.

Alex pergi menuju gym, di saat kesal seperti ini, hanya dengan berolahraga ia merasa lebih baik. Semua kepenatannya bisa disalurkan keluar melalui keringat.

Puas membasahi kaosnya dengat asam keringat, ia masuk ke dalam sauna. Dalam ketenangan, ia melamun. Mengingat kembali pertemuannya dengan EunJi.

Advertisements

2 thoughts on “Heartbeat – Chapter 1

  1. Pingback: Links to Third Novel – HeartBeat « Sharing love to the world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s