HeartBeat – Chapter 3

Mei, 2010

Alex sedang asyik minum-minum dengan teman-temannya di bar. RedPub milik ipar Keiko. Sejak kemari dulu, ia jadi ketagihan untuk berkumpul di tempat ini. Walau dulu ada insiden kecil tapi sekarang ini aman-aman saja. Malah terbukti cukup private karena penjagaannya semakin ketat. Membuat RedPub semakin terkesan esklusif.

Mungkin kalau ia bukan teman Keiko, ia juga harus ikut mengantri dalam daftar tamu yang super panjang. Jack pernah bilang kalau RedPub penuh sampai 6 bulan ke depan.

Ia pergi dengan teman-teman sekolahnya bukan dengan Fox-T. Ada temannya yang ulang tahun. Hari sudah menjelang tengah malam, tapi teman-temannya ini masih asyik minum dan menciptakan permainan untuk meramaikan suasana.
Dari sekedar bercanda dan usil biasa, sekarang mereka mulai bertaruh. Siapa di antara cowok-cowok yang hadir bisa membuat dirinya ditinju.

Alex tertawa melihat usaha teman-temannya untuk berbuat kurang ajar pada orang-orang di sana. Ia jadi ikut melihat orang-orang di sekitarnya. Matanya berhenti ketika melihat EunJi. Cewek itu datang dengan dress sederhana, tidak terlalu terbuka juga tidak bisa di sebut tertutup karena ia bisa melihat punggung cewek itu terbuka hingga dekat pinggulnya.

Ia tidak tahu kalau EunJi ada di tempat ini dan duduk di dekatnya. Sepertinya ia terlalu seru bermain dengan temannya. Ia dapat melihat pandangan nakal cowok-cowok yang menatap EunJi. Mendadak ia merasa geram.
Kalau EunJi menjadi pacarnya, ia akan memastikan tidak ada satupun baju cewek itu yang terbuka. Ia tidak suka berbagi.
Walau ia tidak bisa mendengar apa yang sedang cewek itu bicarakan dengan cowok di sampingnya, tapi firasatnya berkata itu bukan pembicaraan yang menyenangkan. Karena Eunji berulang kali melipat tangannya di depan dada. Kemudian, ia tahu kalau EunJi memang bertengkar karena, cewek itu menyiram minumannya lagi ke muka si cowok. Kemudian pindah ke bar dan duduk di sana.

Merasa terhibur, Alex tertawa. EunJi benar-benar tipe cewek kuat yang tidak memerlukan perlindungan. Tapi ada baiknya ia menghampiri cewek itu sebelum cowok-cowok bandel lainnya datang.
Ia bisa melihat paling sedikit 4 orang yang berpikiran sama dengannya. Namun, Alex sebagai seorang artis memiliki keunggulannya sendiri, orang merasa segan padanya dan 3 diantara pemuja EunJi tersebut memutuskan untuk mundur.

Ia menerima tantangan satu cowok itu dengan tenang. Ia tidak langsung menghampiri EunJi seperti yang dilakukan saingannya tapi malah memesan minuman ke bartender.

Dan buktinya, ia lebih berhasil menarik perhatian.
“Hei, kamu, Alex kan?” Sapa EunJi pada Alex dan malah mengacuhkan gelas yang disodorkan oleh saingan Alex.

“Hei, kebetulan sekali. Dengan siapa?”balas Alex, ia tersenyum pada saingannya yang menegak ldua gelas seorang diri.

“Sendiri. Kamu?”
“Sama teman-teman.” Ucap Alex, sambil mengambil pesanannya dari bartender. Ia berdiri menghadap EunJi dan menurutnya cewek ini tetap cantik dari sisi manapun ia lihat. Dari samping seperti ini, ia bisa melihat garis hidungnya yang mancung dan bulu matanya yang panjang.
Ia kembali tersenyum dan mengajaknya bergabung. “Daripada seorang diri di sini?” Ujarnya lebih meyakinkan.
EunJi tersenyum padanya dan mengandeng lengannya. “Terima kasih sebelumnya sudah menghalau cowok-cowok norak yang mengincarku.” Bisik cewek itu yang cukup mengejutkan Alex.
Tapi ia melemparkan senyum juga, dan berkata, “Sama-sama.”

Dan ternyata EunJi itu kuat minum, jago bermain suit, sanggup menyusun gelas sampai 4 tingkat dan yang paling mengejutkan Alex, lidahnya bisa menyentuh hidung. Entah lidah cewek itu yang panjang atau hidungnya yang terlalu mancung. Yang jelas ia terkesan.
EunJin tidak malu-malu mengikuti perlombaan gila yang diajukan teman-temannya. Malah dengan senang hati mengantikan dirinya jika ia harus bertahan demi image keartisannya.

“Terima kasih. Malam ini menyenangkan.” Ucap EunJin ketika akhirnya ia berhasil menarik cewek itu keluar dari teman-temannya. Mengamankan cewek itu kembali karena sepertinya EunJin lumayan mabuk.
“Kamu bawa mobil kan?” Tanya Alex baru sadar kalau cewek itu tidak membawa tas.
“Ada aku valet. Minta saja di depan sana. Ini kartunya.” Gugam EunJin mulai tidak jelas. Tapi cewek itu berhasil menarik selembar kertas dari selipan di pahanya.

Sekilas, Alex bisa melihat dompet kecil di sana. Ia berpikir, jaman sekarang semuanya menjadi sangat efisien bahkan dompet pun bisa diselipkan.

Ia mencari valet boy dan menyerahkan karcis milik EunJi, menyetir mobil itu mengunakan GPS. Untungnya cewek ini menyimpan data rumahnya di dalam, sehingga Alex tidak sampai kebingungan membangunkan cewek itu.

Ia melihat melalui sudut matanya, EunJi tertidur dengan senyum lebar dan nafasnya terlihat teratur. Ia sudah terbiasa mengurus orang mabuk, karena Jack sering menyusahkannya tapi tidak pernah seorang perempuan.

Ia menghabiskan waktu 10 menit hanya untuk memikirkan cara agar tidak membangunkan EunJi. Bukannya tidak terbiasa mengurus orang mabuk. Di kelompoknya ada Jack dan Micky yang doyan sekali mengegak minuman keras, tapi mereka kan berbeda. EunJi perempuan.

Alex memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa pada EunJi. Ia tidak bisa melakukan sesuatu tanpa membuat cewek itu terbangun, atau dia yang ‘bangun’.

Jadi demi keamanan bersama, ia memutuskan untuk meninggalkan pesan kecil. Memberitahu EunJi letak mobil cewek itu diparkirkan serta nomor teleponya jika nanti cewek ini membutuhkan sesuatu.

Ia menatap Eunji sekali lagi sebelum akhirnya memanggil taxi. Mungkin ini kali pertamanya ia mengantar cewek pulang tanpa menyentuhnya sama sekali.

Advertisements

One thought on “HeartBeat – Chapter 3

  1. Pingback: Links to Third Novel – HeartBeat « Sharing love to the world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s