Scadalous Love-Act 1- Diantara mereka

Bianca batal mengetuk pintu rumah Jason, tetangganya. Suara tawa di dalam sana sudah cukup jelas baginya, kalau teman kecilnya itu sedang kedatangan tamu. Tamu perempuan, yang sudah pasti Melinda, pacar Jason.

Hari sudah terlalu malam baginya utnuk memulai pertengkaran dengan perempuan itu, dan Bianca sedang tidak berminat untuk mengadu kata-kata dengan siapapun malam ini.

Jadi dimasukannya kotak kecil titipian dari abangnya ke dalam kotak surat Jason.

Sial baginya, kotak itu terlalu besar untuk cela kecil kotak surat Jason. Ia berdiri cukup lama di depan pintu rumah Jason hingga akhirnya memutuskan untuk memencet bel.

Belum juga tangan Bianca menyentuh tombol, pintu tersebut sudah terbuka dan laki-laki setinggi 180cm dengan kacamata keluar dari sana dan memasang tampang terkejut di depan Bianca.

“Ha…i”

Mulut Bianca langsung dibungkam oleh Jason dan ia di tarik sampai ke kebun samping rumah Jason, tempat 2 ayunan bertengker di bawah pohon besar. Ayunan yang dulu biasa mereka gunakan untuk bermain. Tapi seiring dengan bertambahnya usia, ayunan ini tidak lebih menjadi hiasan taman belaka.

“Kamu datang? Malam-malam begini? Ada apa? Mana Mario, abangmu? Kamu tidak sendirian ke sini kan?”

Bianca mendengus. Sampai kapan sih Jason dan Mario aka berhenti memperlakukannya sebagai anak kecil. Ia hanya dua tahun lebih kecil dari mereka dan kini ia sudah berusia seperempat abad. Usia yang cukup untuk menikah dan punya anak.

Pikiran itu membuat Bianca menyerengit dan kesal.

“Ada apa? Om dinas di luar lagi?” ledek Jason mengenai pacar Bianca yang jauh lebih tua dari mereka.

“Robin sedang dinas keluar kota lagi. Dan berhenti memanggilnya Om. Umurnya belum 30, Jaz.”

“Tahun depan sudah 30 kan, Jadi sama saja menurutku.”

Bianca mendengus kembali dan mulai meluncur ayunannya. Angin malam membuatnya merasa lebih tenang.

“Berhenti. Kamu membuat aku pusing. Kamu belum jawab tadi, ada apa malam-malam begini ke sini?”

“Gillian menyuruhku mengantar tiket pertunjukan sekolah baletnya. Katanya kamu boleh mengajak pacarmu kalau mau.” tutur Bianca dan melempar kotak yang tadi dipangkunya.

“Malam-malam begini?” tanya Jason bingung.

“Kamu tahulah Gillian seperti apa. Lagipula aku sekalian mau beli susu.”

Bianca melompat dari ayunanya dan berbalik menatap Jason yang masih memperhatikan tiket pemberian Gillian.

“Itu saja? Kamu datang ke sini hanya untuk itu?”

“Memangnya kamu berharap kau mengantarkan barang lain?”

“Ya, engga juga. Tapi kamu kan sudah lama tidak main ke tempatku. Sudah berapa lama? 2 bulan?”

Bianca kembali mendengus, “Kamu tahulah alasannya apa. Dan lebih baik kamu segera kembali ke dalam. Malas aku kalau Melinda sampai keluar dan melihat kita berduaan seperti ini.”

“Kamu bilang mau beli susu kan? Kalau begitu naik mobilku, kita pergi sama-sama.” desak Jason dan kembali menarik tangan sahabatnya itu dan mendorongnya masuk ke mobil. Ia tidak rela Bianca pergi sekarang. Ia juga kangen padanya.

“Beli susu pakai mobil Jaz?”

“Belinya di supermarket saja. Sekalian beli makanan. Aku lapar dan Melinda minta dibelikan makanan.”

“Kamu tidak pernah dengar Delivery Service ya?”

“Dia meminta aku untuk masak.” jawab Jason sambil tersenyum ketika melihat Bianca mendengus kembali.

Supermarket yang dimaksud oleh Jason adalah supermarket yang letaknya cukup jauh dari kompleks rumah mereka. Bianca tidak bertanya mengapa jason memilih tempat sejauh ini hanya untuk membeli bahan makanan. Tapi mungkin sebagai koki, Jason punya supermarket langganannya sendiri.

“Kamu mau susu apa?” tanya Jason saat mereka tiba di depan rak susu.

Bianca menunjuk susu rendah lemak dan mengikuti Jason mengambil makanan miliknya.

(To B Continued)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s