Double matters – act 15 – Round-a-bout

Rencanaku cukup sederhana. Aku akan membuat Ethan malu. Melihat pakaiannya hari ini, dia pasti akan membawaku ke tempat yang high class. Mungkin pesta. Dimana aku harus bersikap sopan dan berpakaian layak. Continue reading

Advertisements

Double Matters – Act 14 – Irresistible

Aku mengangkat telepon dari Ethan tanpa prasangka buruk. Tidak curiga kalau ia akan datang ke kampusku dan membuat keributan.
Aku pikir semua itu salahku. Ethan menyuruhku menghampirinya di lapangan parkir. Denise mengikutiku beserta dua temanku. Aku pikir tidak akan menjadi masalah, toh, Ethan juga tidak menyuruhku untuk menemuinya sendirian. Continue reading

Double Matters – Act 13 – Flamming

Saat aku tiba di kampus, aku sudah terlambat untuk mengikuti kelas pagi. Tidak ada gunanya juga aku memaksa masuk di tengah pelajaran. Terutama di kelas Winner. Guruku yang satu ini terkenal paling iseng, dia suka sekali menghukum muridnya dengan cara-cara luar biasa seperti memainkan lagu Emperor seharian. Lagi itu termasuk lagu tersulit yang pernah dibuat oleh Beethoven, dan sering dijuluki lagu lima belas jari. Jadi aku memilih bolos sekalian dan menunggu kelas berikutnya mulai. Continue reading