Double Matters – Act 7 – Fast and Furios

(Baiklah, ini norak, tapi sungguh, kejadiannya memang cepat dan menegangkan.)

Peraturan umum permainan paintball:

  1. Kantungi 50 butir peluru, kalau perlu sudah dalam bentuk slot panjang agar lebih mudah saat reload. (yah, setidaknya itu yang aku biasa lakukan saat mengisi ulang senapanku sendiri. Namun amat disayangkan, khusus hari ini, aku terpaksa bertanding dengan cara biasa. Aku kan tidak ada rencana mau main paintball hari ini jadi tidak mungkinlah aku membawa semua peralatan tempur itu.

Untuk catatan, aku mengajak Ethan untuk bermain paintball bukan untuk saling membantai. Tapo murni untuk melepaskan stress. Kapan lagiaku bisa menembak dia tanpa perasaan bersalah?

  1. Pilih goggle dengan karet pengikat yang bagus. Untuk yang berkacamata, usahakan menggunakan soft lens sebelum bermain. Atau tanya petugas untuk memasangkan goggle yang benar dan aman.

Aku gondok setengah mati waktu melihat Ethan dengan pakaian tentara dan mengenakan google anak kecil yang mencetak pas dikepalanya yag seharusnya terlihat konyol di kepala orang lain. Tapi dipakai olehnya malah membuat cowok itu makin keren.

Jangan salah paham, mereka kehabisan goggle dan sama sekali bukan campur tanganku. Aku hanya menikmati permainan ini. Sebisa mungkin. Termasuk menikmati segala kekonyolan yang kami lakukan.

  1. Cari posisi nyaman untuk memegang marker.

No comment deh untuk yang ini. Aku terlalu sibuk menyelamatkan pantatku atau bagian tubuhku yang laind ari tembakan Ethan. Sial, sekali aku hari ini! Sepertinya aku salah mengartikan ampangnya yang tadi terkejut saat aku ajak bermain paintball.

Dia jago sekali membidik dan bersembunyi!

  1. Tak perlu panik saat dihujani peluru paint gun.

Coba katakan itu saat kamu sendiri yang ditembaki oleh 10 orang selama 10 menit tanpa henti!

Hari ini aku menjadi korban empuk seharian. Awalnya hanya Ethan yang menembakiku, tapi kemudian beberapa pemain di kelompoknya ikut-ikutan mengincar diriku. Dan bagaimana caranya aku bersembunyi dari 8 orang musuh yang sepertinya berada di segala arah? Sama sekali tidak seru!

  1. Sebaiknya tidak menembak membabi buta. Ini untuk menghindari pemborosan peluru paint gun.

Ah, ini semua omong kosong1 Mana mungkin aku tidak menembak dengan membabi buta?!

Aku baru saja dihujani oleh peluru! Sekujur badanku sakit-sakit dan basah, lengket serta bau! Bukan kombinasi yang baik untuk menghadapi para penembakmu yang kemudian mentertawai kesialanmu. Dan siapapun orang yang akhirnya menjadi sasaran tembakku, aku minta maaf. Aku terlalu emosi tadi.

  1. Ingat! dilarang keras melepas goggle selama “perang” sedang berlangsung dalam painrball game walaupun memang hanya menyenangkan. Ingat untuk selalu bersikap sportifitas dan mendahulukan keamanan.

Rasanya semua ini betul-betul hanya peraturan omong kosong karena berikutnya yang aku tahu. Teman-teman dari orang yang menjadi sasaran amukanku, sekarang dengan serius mengejar dan memburuku. Disertai teriakan ancaman ala Rambo.

Untungnya aku cepat sadar saat melihat mereka berkerumun. Buru-buru aku bersembunyi di balik ban besar yang Terima kasih Tuhan, letaknya cukup jauh dan tersembunyi. Aku masuk ke dalam ceruk ban tersebut dan mengatur nafasku serendah mungkin.

Keringat dinggin mulai bercucuran ketika kau melihat satu dua orang berkeliaran di sekitarku. Langkah sepatu mereka yang mondar-mandir dan terlihat bergerak dalam gerak lambat. Aku juga bisa mendengar mereka membahas hukuman apa saja yang akan mereka lakukan padaku saat mereka berhasil menemukanku.

Kegiatan yang melibatkan tali, tiang gantung dan penutup mata.

Aku tidak mau memikirkannya dan benar-benar tidak ingin sampai tertangkap. Tapi rasanya waktu berjalan terlalu panjang dan suara detak jantungku rasanya begitu keras.

Aku yakin aku berhenti bernafas saat melihat sebuah tangan terulur ke dalam celah tempatku bersembunyi. lalu tepat ketika orang itu menunduk dan memasukan kepalanya ke deruk, aku langsung menembak tepat ke gogglenya. Membuat dia mengerang terkejut dan mengantukkan kepalanya ke pinggiran ceruk.

Tidak membuat orang itu pingsan, karena ceruk ban kan dari karet, tapi cukup untuk membuatnya mundur dan menjauh. Memberi kesempatan bagiku untuk melarikan diri.

Tapi dasar sial, ternyata bukan ssatu orang yang berjaga di luar tempat persembunyianku, tapi ada 2 orang lainnya dan mereka langsung berteriak dan mengejarku.

Mengandalkan seluruh kemampuan kakiku untuk melangkah dan nafasku yang sudah tersenggal-senggal, aku berlari secepat mungkin. Melewati area paintball menuju pintu keluar. Pokoknya kalau aku bisa mencapai area lobby, berarti aku selamat.

Aku terus berlari, menyelamatkan diri. Teriakan dan umpatan dibelakangku terdengar semakin dekat. Membuat aku semakin ketakutan.

Tolonglah, jangan sampai aku sesak nafas di saat seperti ini, perintaku pada diriku sendiri karena aku mulai merasa  kesulitan menghirup oksigen dan pandanganku mulai buram.

Dan mendadak, aku ditarik oleh seseorang, aku terkesiap.

“Ssttt… ini aku.” tutur Ethan.

Sungguh, aku tidak pernah merasa selega itu ketika aku bertemu dengannya. Aku juga tidak pernah beroikir akan sesenang itu bisa melihat dirinya lagi. Walaupun saat ini kami terjepit di lorong yang bau amis. Dia menarikku persis di lorong dekat W.C.

Kalau dalam situasi biasa aku akan menyerengit dan mulai memaki karena udaranya bau minta ampun. Membuat aku mual, karena aku terpaksa menghirup udara kotor itu untuk memenuhi paru-paruku yang kekurangan oksigen.

Tapi aku malah menangis!

Menangis lega atau menangis kesal, aku tidak tahu. Tidak bisa membedakan.

Kalau udara busuk, sesak nafas dan rasa mualku itu belum cukup membuat aku pingsan. Aku seharusnya sudah terkapar ketika Ethan memelukku sebelum merengkuh wajahku dan menyusuri diriku inchi demi inchi, mungkin ia ingin melihat apa aku baik-baik saja.

Dan maafkan aku Ethan, aku terpaksa pingsan!

Advertisements

One thought on “Double Matters – Act 7 – Fast and Furios

  1. Pingback: Double Matters « Sharing love to the world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s