Double Matters – Act 16

Apa yang terjadi kemudian tidak sanggup aku cerna bahkan setelah 1 minggu berlalu.

Bagaimana mungkin Denise yang sehat-sehat saja ternyata menderita gagal ginjal?

Tapi dari cerita Mama Denise, ternyata dia sudah lama menderita penyakit gagal ginjal. Cukup akut pula.

Denise tidak boleh terlalu lelah, tidak boleh berolahraga berlebihan, stress, dan tegang. Dan, orang bodoh pun tahu perkelaihan kemarin ini sudah melanggar semua hal yang harusnya tidak boleh dilanggar oleh Denise.

Jadi semua ini salah Ethan!

Benar, Ethan!

Kalau Ethan tidak muncul dan secara membabi buta memukul Denise, maka saat ini Denise pasti sedang duduk di sampingku dan bercanda, tertawa bukannya terbaring tak berdaya dengan satu-satunya tanda bahwa Denise masih ada di sini hanya kedip lampu di mesin pendeteksi jantung.

Benar semua ini salah Ethan! Salah cowok itu!

Dan dia dimana sih? Kenapa tidak pernah datang dan menyampaikan permintaan maaf? Bukankah Ethan mengaku kalau dia itu cowok paling beradab di dunia ini. Jadi dimana sopan santunnya?

Aku menatap selang-selang dialis yang terpasang keluar masuk kulit Denise kemudian meringkis.

Ethan tidak seharusnya lepas tangan begitu saja!

Kalau dia tidak mau datang kemari, maka aku sendiri yang akan menyeretnya!

“Tante, aku pulang dulu yah.” ucapku pada Mama Denise yang sedang menonton TV dari sofa.

Aku langsung melesat keluar tanpa menunggu jawaban darinya. Memantapkan kakiku dan tekadku untuk menghadapi Ethan.

Kurang lebih 1 jam kemudian, aku sampai di rumah Ethan.  Tadinya aku berharap bisa menemukannya di kampus atau di tempat umum lainnya, tapi cowok itu tidak terlihat dimana-mana dan jangan menyebut soal telepon, aku sudah menghubunginya ribuan kali dan hasilnya sama saja.

Ethan masih raib.

Aku menarik nafas dalam-dalam sebelum mematikan mesin. “Bisa, aku bisa.” ucapku pada diriku sendiri. Karena mendadak, aku merasa takut, tegang dan perutku mulas luar biasa.

5 menit berlalu, dan aku masih terduduk di dalam mobil dengan tegang. Berusaha mencerna dan memahami diriku sendiri.

Aku tidak seharusnya takut pada Ethan, walau pada kenyataannya aku memang gemetaran saat ini. Tapi sebetulnya apa yang aku takutkan dari Ethan?

Cowok itu terbukti bisa bersikap ramah, baik bahkan menawan kalau dia mau. Lalu Ethan juga orang yang bisa berpikir dengan tenang tidak melulu emosian. Jadi kenapa aku begitu takut untuk turun dan mendatanginya?

TOK TOK TOK

Aku menolehkan kepalaku ke arah suara ketukan tadi. Terlalu cepat. Hingga membuat urat leherku tertarik dan aku meringkis kalau tidak mau mengatakan aku menjerit dan menangis dengan mata terpejam di tempat dudukku.

Kugunakan tangan kananku untuk memijit urat yang tertarik tadi. Tapi sakitnya luar biasa.

Suara gedoran semakin kencang, dan sayup-sayup aku bisa mendengar teriakan Ethan dari luar sana.

Sambil menahan rasa sakit di leher, aku menjulurkan tangan kiri dan menekan tombol pembuka kunci.

Ethan tidak menunggu lebih lama untuk membuka pintu dan memarahiku.

“Kamu kenapa sih? Sudah datang tapi tidak mau turun, aku telepon juga tidak diangkat dan sekarang?” tanya Ethan berang, “Bisa-bisanya leher kamu terkilir?!”

Aku memaksa mataku untuk memelototinya diantara rintihanku.

usahaku pasti sia-sia karena Ethan bukannya mundur dan menutup mulutnya, cowok itu malah memutar pahaku dan menarik kakiku agar terjulur ke luar mobil.

“Putar badanmu.” perintah Ethan, aku menurut, terlalu sakit dan terlalu bingung untuk melawan. Sebagian tubuhku sudah berada di luar mobil, hanya tertinggal pantatku yang menempel lekat dengan kursi mobil.

Ethan memintaku untuk duduk tegak lalu ia memegang kedua sisi kepalaku dan memutar leherku tanpa aba-aba.

Suara krek dan teriakanku terdengar dalam 1 tarikan nafas, itu kalau aku masih bernafas. Karena saat ini aku tidak bisa merasakan darah mengalir ke otakku.

Dengan Ethan yang memelukku.

Advertisements

One thought on “Double Matters – Act 16

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s