Double Matters – Act 17

Aku yakin kurangnya darah dan oksigen yang mengalir ke otakku yang menjadi alasan aku membalas pelukan Ethan.Bukan untuk alasan lainnya. Walau sedikit banyak aku suka perasaan dipeluk olehnya. Rasanya nyaman dan damai.

Aku bahkan mulai menyukai wangi sandalwood? musk? yah bau apapun itu, pasti datangnya dari Ethan, dan ….

Serta merta aku mendorong Ethan, dan dia mundur, memberi jarak yang cukup  untuk saling bertatapan.

“Kamu-cowok-paling-resek-se-du-ni-a!” tuduhku dengan penekanan di setiap katanya dan mendorong bahu Ethan sekuat yang aku bisa, mendorong Ethan mundur selangkah demi selangkah. Tapi aku belum puas.

Kucengkram kerah kaos Ethan dan menariknya, “Kenapa kamu tidak pernah datang ke Rumah Sakit? Memangnya kamu tidak tahu Denise masih koma? Dia sakit! Parah! Dan semua itu gara-gara kam…”

Mulutku dibungkam dengan mulut Ethan.

Reflek, aku langsung mendorongnya menjauh, Ethan tak bergeming. Malah dia melingkarkan tangannya ke pinggangku lebih erat, membuat tanganku terkunci, membatasi dadaku dengan dadanya.

Masih belum menyerah, aku berusaha mengugamkan nama Ethan tapi sialnya, tindakan itu malah memberi akses untuknya menciumiku dalam.

Ethan betul-betul menciumku, menciumku dengan segenap bibirnya, lidahnya dan membuat aku terhanyut, tengelam dalam arus yang tidak kukenal.

Bukan berarti aku tidak pernah berciuman, tapi ciuman Ethan panas. Panas dan menyeluruh dan sanggup membuat seseorang kehabisan nafas dan terengah-engah. Kehilangan kemampuan berpikir.

Tapi kemudian Ethan melepaskan pelukannya, mengangkat bibirnya dari bibirku dan memindahkannya ke tengkukku sambil membisikan namaku.

Dan aku, aku hanya cewek bodoh yang semakin kehilangan fungsi otaknya dan lupa sama sekali cara untuk memarahi Ethan karena sudah kurang ajar menciumku.

Aku juga sudah lupa tujuan kedatanganku ke tempat ini. Menemuinya.

Aku hanya membiarkan Ethan memelukku dan menciumku lagi.

Dan aku pikir kami akan terus berciuman kalau seandainya kami tidak mendengar teriakan ibu-ibu memanggil Ethan. Ethan yang mendengar, aku baru kembali sadar setelah mendengarnya mengerang kesal.

“Maaf, itu kakakku.” ucap Ethan sambil tersenyum, senyum khas miliknya yang saat ini tidak lagi kubenci.

“Kamu punya kakak perempuan?”

“Satu-satunya saudaraku. Lebih tua 5 tahun. Dia baru datang dari Amerika. Dengan anaknya.”

Sulit untuk mendengarkan penjelasannya jika dilakukan  sambil tetap menciumi tengkukku dan terus menuju kuping dan …

“Ethan!” teriak seorang cewek dari pintu rumah Ethan.

Yang aku yakin pasti kakak perempuannya, mereka terlalu mirip. Tinggi langsing dan yah mereka mirip.

“Noah, ini Maria.” ucap Ethan dan tahu-tahu aku sudah berdiri di hadapan cewek tinggi bak model itu dan tangannku terjuluskan padanya, kami bersalaman.

Dan aku tidak bisa bernafas normal ketika Noah memperhatikan diriku dengan seksama, dari atas ke bawah lalu ke atas lagi dan dia mengerutkan keningnya sebentar sebelum tersenyum tengil.

Maaf, tapi hanya itu penjelasan yang bisa aku berikan untuk senyum Noah, dia terlihat usil sekali.

Well, not the way i expected but Eth, she sure has great eyes. Mata secoklat itu untuk orang Asia tidak terlalu umum. Salam kenal, aku Natasya, cuma Ethan yang memanggilku Noah.”

“Itukan karena kakak memang terlalu suka binatang. Persis Nabi Noah.”

“Hush Eth, I’m not speaking with you.” tepis Noah atau Natasya lalu kembali menatapku, “Tapi kamu, boleh memanggilku Noah kalau aku diijinkan memanggilmu Aria.”

Noah kembali tersenyum.

Ethan mengerang.

Dan aku…… aku hanya bisa memasang tampang bloon.

Advertisements

One thought on “Double Matters – Act 17

  1. Pingback: Double Matters « Sharing love to the world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s