Double Matters – Act 19

“Maria…. Aria….” rintih Denise yang dengan cepat berubah menjadi teriakan bersemangat dengan senyum lebar dan wajah kuyu namun jelas terlihat besemangat di depan pintu, terduduk sambil dipegangi oleh suster, dokter, Mama Denise dan Mario.

Aku terkesiap, nyaris terjatuh karena lemas tapi lengan Ethan menopangku dengan sigap dan mendorongku sedikit ke depan.

Dorongan kecil yang melahirkan kekuatan baru untuk menghampiri Denise dan ….

Dia merengkuhku, memaksa untuk berdiri, kemudian memelukku. Continue reading

M to Z – Epilog (Tie 25)

Zee sedang duduk di taman, menghadap danau besar, di Puncak. Ini perayaan 6 bulan sejak ia dan Max berpacaran. Walau Zee ragu apakah 6 bulan ini bisa dianggap berpacaran. Rasanya ia lebih banyak bekerja. Ia sudah menjadi stylist pribadi FoxT. Cynthia menganggap itu kontrak besar, karena mereka bersedia membayar 500 juta untuk kontrak 1 tahun. Zee masih sering meringkis melihat besarnya nilai kontrak tersebut. 500 juta untuk seorang stylist rasanya agak berlebihan. Walau pada akhirnya ia sadar mengapa ia dibayar sebesar itu. Continue reading

M to Z – Tie 23

Max bangun dengan kepala berat dan kuping berdengung. Ia tahu hari sudah siang dan seharusnya ia sudah tiba di tempat Zee. Tapi seluruh badannya seperti memberontak, ia tidak bisa merasakan kaki dan tangannya. Menghabiskan lebih banyak waktu untuk mandi dan berpakaian. Padahal Jack sudah membantu.

“Kamu yakin kamu bisa menghadiri acara tanpa membuat keributan?” tanya Jack melihat kondisi Max yang menyedihkan. Continue reading

M to Z – Tie 22

“Oma?” seru Max begitu melihat nanek Zee yang menjadi tamunya. Ia tidak menyangka bahwa nenek galak yang katanya akan mencarinya untuk menuntutnya adalah tetangganya sendiri.

Saat mendengar ia dicari oleh wanita tua yang katanya dngan heboh menyoba untuk masuk dan menemuinya, ia pikir ada masalah lagi dengan pengemarnya. Karena cukup sering para orang tua datang menuntut dengan alasan aneh-aneh. Biasanya juga, sekurity berhasil menghalang mereka atau manager mereka yang akan mendatangi orang-orang tersebut dan menyelesaikannya. Continue reading

M to Z – Tie 21

Rudy memencet klakson mobil di depan pagar rumah miliknya di daerah Kuningan, Jakarta. Pintu gerbang terbuka otomatis dan mobilnya menghilang di balik kerimbunan pohon. Rumah utama keluarga terletak di ujung jalan menanjak hampir menyerupai bukit. Di halaman depan terdapat air mancur replika Trevi Fountain di Roma. Almarhum istrinya amat mencintai kota tersebut. Hingga memindahkan hampir seluruh bangunan antik di kota itu. Rumahnya sendiri memiliki banyak pilar, menyerupai Pantheon, kuil ala Roma kuno. Bagian belakang rumah tidak kalah megah. Ada jembatan besar dengan kanal buatan di bawahnya, mengelilingi taman belakang seluas 2000 m2. Continue reading