In devil’s arm – part 14

8:00 a.m

“Patrick? Kamu sudah kemabli?” pekik Kakek Gunawan. “Oh, aku selalu tahu kakek tua itu tidak akan sanggup membiarkan kamu jauh darinya.”

Patrick menerima sambutan hangat dan peluk dari palayan utama keluarga Adiputra. Pak Gunawan ini lebih tua beberapa tahun dari Kakek dan sering kali bertindak sebagai pelindung Patrick saat dulu ia masih tinggal di rumah ini.

“Masuk, masuk. Kamu akan tinggal kembali di rumah ini?”

“Tidak, Pak Gun. Aku tinggal di tempat Dom.”

“Ah, sepupumu yang satu itu juga, bagaimana kabarnya? Sejak kamu menghilang, Dom juga tidak pernah datang berkunjung. Rumah ini jadi semakin sepi saja. Tinggal kakek tua keras kepala itu yang makin tua semakin sulit dilayani.”

“EHEM!” deham Kakek membubarkan Kakek Gunawan.

Patrick tersenyum melihat kekakuan Kakeknya yang tidak juga berkurang.

“Pagi Pak Radja.” sapa Patrick serius. Ia tidak pernah lagi memanggil Kakeknya dengan sebutan kakek sejak insiden pengusiran dirinya.

“Siapa yang mengundangmu datang?”

Patrick ingin tertawa mendengar nada sinis Kakeknya, sepertinya hubungan mereka memang sudah berubah 180 derajat sekarang.

“Aku datang untuk membicarakan Dominique. Kenapa Dom bisa ditunangkan dengan anak William Gacho? Apa keluarga Adiputra sekarang bermain di area hitam atau…”

“Semua itu bukan urusanmu.” potong Kakek keras. “Kamu bukan lagi keluarga Adiputra.”

“Mungkin aku bukan lagi seorang Adiputra, tapi Dom tetap sepupuku dan aku tidak akan membiarkan dia dipakai sebagai pion oleh anda. Aku rasa anda juga mengenal Sherly dengan baik dan tahu perempuan seperti apa dia.”

“Saya ingatkan sekali lagi, semua ini bukan urusanmu. KELUAR dari rumah ini! Gunawan… dimana kamu!?”

“Aku tidak takut dengan ancamanmu, Pak Radja. Aku akan menyelidiki semua ini dan aku pastikan, jika sampai aku menemukan rencana tersembunyi, Dom akan mengetahuinya juga. Kita sama-sama tahu kepada siapa Dom akan mendengarkan bukan?” usai berkata demikian, Patrick menuju pintu keluar.

Keluar dari rumah, Patrick menyempatkan diri mampir ke perkarangan belakang dan masuk kembali ke dapur. Tempat dimana Kakek Gunawan sudah menunggunya dengan susu coklat hangat.

Patrick tersenyum melihat minuman kesukaannya tersebut.

“Minum dulu sebelum kamu pulang.” ucap Kakek Gunawan.

“Kok Kakek tahu aku akan ke sini?” tanya Patrick setelah menegak seluruh isi gelas.

“Kamu tidak mungkin pulang tanpa menitipkan pesan padaku kan?” ucap Kakek Gunawan penuh arti, membuat Patrick tersenyum haru.

“Jaga kesehatan kakek dan kakek tua itu. Lalu kabari aku kalau kakek mendengar sesuatu tentang William Gacho. Kakek bukan anak kemarin sore yang tidak mengenal mafia berdarah dingin seperti Gacho dan anak haramnya Sherly. Jadi pasti ada sesuatu diantara mereka.”

“Nona Sherly anak William Gacho?!” tanya Kakek Gunawan terkejut.

“Dominique belum tahu soal ini, tapi memang itu kenyataannya.”

“Darimana kamu tahu?” Kakek Gunawan langsung panik, “Saya harus memberitahu Kakek dan tantemu dengan segera.”

Patrick menahan Kakek Gunawan, “Seperti yang aku bilang Kek, Pak Radja tidak mungkin tidak tahu kalau Sherly itu anak haram William Gacho. Sementara ini, tolong Kakek pantau dulu saja dan hubungi aku jika kakek mendengar sesuatu.”

Patrick segera berpamitan dan meninggalkan kediaman Adiputra.

Saat Kakek Gunawan masuk kembali ke rumah, Pak Radja sudah berdiri di sana.

“Dia masih saja minum susu coklat?” tanya Pak Radja saat ia melihat bekas gelas Patrick.

“Saya berharap dia kembali setelah menjadi pria sejati.”

“Patrick itu memang pria sejati, Pak Radja.”

Pak Radja mendengus, “Ya, semoga saja.”

“Tenang, dia pasti akan membantumu. Patrick tidak akan mengecewakanmu, seperti dia tidak pernah mengecewakan diriku.”

Pak Radja mengeleng-geleng kepala, “Semoga saja…semoga saja….”

Advertisements

One thought on “In devil’s arm – part 14

  1. Pingback: In Devil Arm | Sharing love to the world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s