Lovely Temptress – 3

Belum selesai rasa terkejut Larry, tiba-tiba Celia menarik koper miliknya dan berlari panik. Menabrak beberapa bangku dan berlari menuju ke….

Kemana perempuan itu pergi?

Dengan mata terpicing, Larry menatap punggung Celia yang sekarang sudah cukup jauh, menghilang di antara kerumunan orang. Tapi dengan kaos merah menyalak milik Celia, rasanya mustahil bersembunyi juga. Continue reading

Advertisements

Lovely Temptress – 1

Juni, 2009

Bandara Soekarno-Hatta

Celia menatap antrian check-in di hadapannya dengan perasaan cemas, takut sekaligus tegang. Sesekali ia menoleh ke pintu keluar, takut kalau-kalau orang tuanya tiba-tiba muncul di sana dan menariknya pulang.

Tidak, mereka tidak akan tahu. Mereka sedang berada di Bandung dan Darion tidak mungkin datang ke rumah pagi-pagi buta seperti ini. Lagipula, semalam Celia sudah bilang padanya kalau hari ini ia tidak mau diganggu.

Lagipula tidak ada seorangpun yang tahu kalau Celia berhasil mendapatkan visa student dan diterima di La Cordon Blue, New York. Pastarries collage yang cukup bergengsi.

Celia menarik koper coklat favoritenya ketika sampai gilirannya untuk check-in.
Dengan oikiran bercabang dan kecerobohan yang tak terkira, Celia mengangkat koper tanpa memperhatikan sekitarnya. Membentur betis laki-laki yang berdiri di sampingnya. Bunyi duk keras membahana, setidaknya begitu yang terdengar di kuping Celia. Ia panik dan semakin panik ketika melihat laki-laki itu terhuyung dan memegang pundaknya untuk menjaga keseimbangan. Membuat Celia terkejut.  Continue reading