Damn, I love you – chapter 26

Yunna mengetuk-ngetuk jemarinya di lobby tidak sabar. Mereka berjanji untuk bertemu di sini 15 menit yang lalu. Keiko yang diutusnya untuk memanggil Fox-T malah ikut menghilang tertelan bumi.

Yunna tidak habis pikir, apa yang membuat lima cowok itu begitu lama untuk muncul. Dia yang mengenakan kimono saja sudah selesai dari tadi. Bahkan Yunna sudah mendapatkan ijin untuk Fox-T tampil.

Kesal disuruh menunggu, Yunna bangkit dan mulai jalan-jalan ke toko oleh-oleh yang ada di area lobby. Mungkin ada sesuatu yang menarik di sana. Yunna sedang memilah-milah gantungan hp, saat sebuah tangan ikut menjulur dan menarik satu gantungan dari tangannya.

Spontan Yunna mendongak, siap mengomel. Tapi suaranya tertahan melihat mahluk yang menanggunya itu. Ia mengenali wajah tirus berkacamata laki-laki itu. Phillip. Anak Tante MyeongRan.

Entah mengapa Yunna merasa mengenalinya. Mungkin karena wajahnya yang standard orang korea, berkepala kotak dan besar dengan dagu lancip dan mata sipit. Tapi tetap menarik dalam arti masih enak di lihat. yunna melihat bekas luka di pelipis yang tersibak saat laki-laki itu membungkuk dan tersenyum padanya.

“Yunbi, kamu lupa padaku?”

Otak Yunna seperti tersengat ribuan volt. Astaga, Philip itu Min Hyuk? Kenapa dia bisa berubah sebanyak ini? Dibayangan Yunna, teman sepermainannya saat kecil itu bertubuh kurus, cengeng dan selalu berlindung di balik punggungnya. Luka di pelipisnya itu pun hasil dari penyelamatan Yunna, kalau hari itu Yunna tidak mendorong Min Hyuk, laki-laki itu pasti sudah mati tertabrak mobil.

Yunna melemparkan diri ke pelukan Philip. Ia kangen sekali dengan teman Kecilnya ini. “Kamu di Jepang sekarang? Kenapa aku lupa sama sekali kalau mama kamu itu Tante MyeongRan.”

Philip tersenyum, “Karena Mama tidak pernah Datang menjemput saat kita selesai ebrmain bersama?”

Ucapan Philip membuat Yunna teringat kembali hari-hari muram Philip dulu. Karena kasihan Yunna selalu menarik-narik Philip kemana pun dia main. Membuat laki-laki lemah fisik itu berlari dan ikut tertawa bersamanya. Yunna juga menunggui Philip setiap kali Philip belum dijemput oleh supirnya. Philip benar, tidak pernah sekalipun orang tua Philip muncul untuk menjemput. Tidak ketika Philip tampil di atas panggung menunjukan kebolehannya dengan piano, aau ketika mereka melakukan loba lari.

philip selalu sendiri.

Hal itu membuat Yunna merasa sedih. Ia memeluk Philip lebih erat. Kalau begini ceritanya, ia terpaksa merubah seluruh rencananya. Yunna yakin Philip tidak tahu menahu mengenai rencana MyeongRan untuk menjodohkan mereka.

Yunna melepaskan pelukannya dan sekarang mereka berdiri sambil bertatapan.

“Min Hyukie, kamu datang ke sini atas suruhan Mamamu? Bagaimana hubungan kalian sekarang?”

“Baik. Aku tinggal di Jepang setelah lulus dari Julliard. Mama mintaku mengambil alih perusahaannya. Aku harus banyak belajar untuk mengejar ketinggalanku.” ucap Philip terdengar lelah. “Kita bicara yang lain saja ya. Bagaimana kabarmu? Setiap melihat iklan CLEO aku selalu berpikir untuk menemuimu. Tapi aku malu.”

Yunna memukul lengan Philip, “Malu kenapa? Kita berteman kan? Kenapa harus malu?”

“Kamu belum…” philip mengeleng, menahan lidahnya. Mungkin Yunna belum mendengar soal lamaran yang keluarganya ajukan. Yunna mungkin terlalu sibuk dan baginya tidak masalah. Ia sudah menungu 10 tahun, beberapa hari lagi tidak akan menjadi masalah baginya. Dialihkan pertanyaannya. “Kamu belum mau masuk?”

Ditanyai seperti itu, membuat Yunna kembali teringat kalau ia harus menunggu Fox-T dan Keiko sebelum bisa masuk ke ballroom. Yunna mengeser kepalanya untuk melihat ke luar toko. Benar saja keiko sudah berdiri disana bersama yang lain. Dan Micky berada di barisan terdepan, menatapnya dengan tajam dan cemburu.

Ohooo, ini day 2, Micky-san. Kamu tidak mengaharapkan aku berdiam diri dan membiarkanmu menang dari taruhan kita.

Yunna menyampirkan lengannya ke lengan kanan Philip dan menarik laki-laki itu mendekati gerombolan teman-temannya.

“Min Hyukie, kenalkan ini.”

“Micky, bukan? Dan ini pasti Alex, Jack, Ben, Max. Saya salah satu pengemar kalian.” ucap Philip lancar. Ia kemudian membungkuk hormat dan tersenyum pada Keiko. “Kamu pasti Keiko-chan.”

Yunna terpekur mendengar Philip menegur semua nama temannya. Kalau Fox-T mungkin wajar. Tapi bagaimana menjelaskan tentang Keiko. Yunna mulai berteman dengan Keiko saat high schoool, yang artinya tidak ada kemungkinan Philip mengenal sahabatnya itu.

Seepetinya Yunna harus merubah presepsinya terhadap Philip. Laki-laki ini jelas melakukan PR-nya dengan baik. Yunna melihat Keiko mengulurkan tangan kepada Philip dan mereka berjabat tangan dengan erat.

Tenang Yunna, masih ada Keiko yang akan membantumu.

Tiba-tiba Micky menarik dirinya dari sisi Philip. Laki-laki itu menatapnya garang. Yunna pura-pura tidak melihatnya. Memang sudah saatnya Micky mulai menunjukan perasaan negatif padanya.

Tapi kemudian Micky berkata. “Kalau begitu kamu juga sudah menednar kalau aku dan Yunna berpacaran?”

Yunna yakin tidak ada seorang pun yang luput memperhatikan nada cemburu Micky.

Untuk menyiramkan minyak di atas api, Yunna menepis tangan Micky dan kembali berdiri di sisi Philip, “Micky, Min Hyuk ini teman kecilku, aku ingin bertukar kabar dengannya.”

Yunna puas melihat kedutan amarah di pelipis Micky. Sngat puas sudah berhasil mengutik ketenangan Micky. Nah, cowok ganteng, apa yang akan kamu lakukan sekarang, tantang Yunna.

Micky memberikan senyum tipis dan memutar tubuhnya menarik serta Jack yang berdiri di sampingnya.

Ben yang tidak mampu mengolah kejadian barusan,,bertanya dengan bingung kefada Keiko, “Kamu kenal dia, Kei? Kenapa Yunna memilih bersama laki-laki itu dibanding duduk bersama kita? Yunna marah ya?”

Keiko yang diberondong pertanyaan hanya bisa membalas tersenyum canggung. Dia sendiri tidak tahu apa yang terjadi. Ia paham niat Yunna untuk membuat Micky kesal, tapi biasanya Yunna tidak akan mengunakan orang lain sebagai bidak caturnya.

Sekarang muncul seorang laki-laki yang tidak ia kenal dan menurut pengkuan Yunna teman lama Yunna. Mungkinkah ia harus menghubungi Yogi hanya untuk menanyakan hal ini? Kok rasanya ia hanya mencari-cari alasan agar bisa berbicara dengan cinta lamanya itu?

“Yunna tidak mungkin marah hanya karena hal kecil. Dia tidak seburuk yang kalian bayangkan.” bantah Keiko akhirnya. Sedapat mungkin ia akan membsihkan image buruk Yunna di mata anak-anak Fox-T. Ia ingin mereka juga bisa melihat sisi manin Yunna yang selalu disembunyikan sahabatnya itu dibalik topeng Medusanya.

“Kei, kamu tidak mengenal dia?” tanya Micky sekali lagi. Ia ingin kepastian akan hal tersebut untuk mengetahui apa Yunna sedang berbohong padanya atau tidak.

“Aku tidak mengenalmya, tapi aku bisa menghubungi Yogi kalau kamu mau.” Keiko mengeluarkan handphone dari tas genggamnya, siap menekan nomor Yogi, ketika Jack menghentikannya dan tante MyeongRan muncul entah dari mana.

“Omo, lihat siapa yang datang.” tegur MyeongRan sinis.

“Selamat Siang, Lee Myeong Ran-ssi. Selamat atas pembukaan hotelnya.” balas Keiko sopan.

MyeongRan mendesis mendengar ucapan Keiko. Dia tidak akan berbicara pada wanita rendahan seperti Keiko ini jika saja Keiko tidak dianggap anak oleh keluarga Yunna. myeongRan melirik sekilas lima laki-laki yang berdiri mendampingi Keiko dan mengenali salah satunya.

“Sepertinya kamu kehilangan pasanganmu, Micky-ssi? Perlu saya bantu menemukannya?” MyeongRan tidak menunggu Micky menjawab dan segera menunjukan posisi Yunna duduk. Bersama putranya. “Yunna berada di tempat yang seharusnya. Di sisi calon suaminya. Anak saya.”

Micky tahu ia seharusnya memasang tampang cool dan bersikap seakan tidak terpengaruh oleh ucapan Iblis MyeongRan ini tapi topeng ketenangannya retak saat mendengar kata calon suami.

Micky menoleh dan memandangi Yunna yang sedang tertawa berbicara dengan Philip. Ia merasa panas dan geram. Perempuan itu lagi-lagi berhasil membuatnya kehilangan akal.

Micky mengambil nafas panjang dalam diam, mengembalikan ketenangannya. “Lee MyeongRan-ssi, saya tidak tahu dari mana anda mendengar hal itu. Tapi keluargaku sudah bertemu dengan keluarga Yunna dan mereka akan menentukan tanggal dalam waktu dekat ini.” seulas senyum kemenangan menghiasi wajah Micky, “Saya hanya membi kesempatan untuk Yunna dan putra anda mengenang masa lalu. Yunna akan kembali sebentar lagi.”

Seakan mendengar ucapan Micky, Yunna bangkit dan berjalan ke arahnya dengan tersenyum lebar.

Yunna tiba di sisi Micky dan langsung bergelayut manja, dan sempat-sempatnya mengecup pipi Micky.

Kalau tidak mengenal Yunna, Micky akan berpikir Yunna sedang mempermainkannya. sedetik tadi perempuan itu menapiknya, sekarang Yunna mencumbunya. Micky yakin umurnya akan berkurang selaruh begitu hari ini berakhir.

“Hallo Tante MyeongRan. Selamat untuk peresmian hotelnya. Saya tidak membawa hadiah apa-apa. Tapi kalau tante berkenan pacarku ini bersedia menyumbangkan satu lagu.” tutur Yunna serasa menyodorkan piring penuh berlian pada musuhnya itu.

Yunna tahu Tante MyeongRan tidak akan melewatkan kesempatan untuk mempermalukan Micky dan membuktikan Philip lebih baik daripada artis kacangan seperti Micky.

Sesuai dugaan, Fox-T dipersilahkan naik ke atas podium. Para tamu langsung menoleh dan berbisik riuh melihat ada artis di tengah mereka. Artis idola pula.

Jack maju dan memperkenalkan grup mereka ddengan bahasa Jeoang yang fasih. Micky membantu dengan menerjemahkan ucapan Jack dalam bahasa Inggris untuk menghormati berberapa tamu dari kulit putih yang hadir.

Yunna tersenyum saat mendengar lima laki-laki itu memilih lagu Sakura yang bertempo lambat dan amat Jepang itu. Aksi panggung mereka pantas diacungkan jempol. yunna melirik Tante MyeongRan yang berdiri di sampingnya.

Rasanya Yunna melihat asap tebal mengebul dari kepala tante itu.

“Mereka tetap artis, Yunna-ssi. Ayahmu tidak akan menyetujui kalian. Saya akan memastikan hal itu sendiri.”

Yunna tersenyum lebar melihat Tante itu berjalan menjauh darinya. Yunna tidak takut ddengan ancaman itu sedikitoun karena saat tante MyeongRan mengadu padanya. Micky sudah jauh pergi dari kehidupannya.

Dada Yunna mendadak merasa terhimpit menyesakan. Mungkin ia harus ke ruang ganti dan mengendurkan ikatan obi kimononya. Ikatan itu pasti bertambah kencang setelah ia melahap cake.

Yunna tidak menunggu Fox-T menyelesaikan pertunjukannya dan ia undur diri ke kamar. Tentu saja ia memberitahu Keiko terlebih dulu, sekaligus berpesan tidak ingin diganggu.

Tidak ada gunanya ia membuat panik Micky atau Keiko saat ia membutuhkan semua ketenangan. Yunna harus bersiap ke rencana selanjutnya.

Membuat Micky dan Philip membencinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s