Damn, I miss you – Chapter 13

Sesuai prediksi, 7 jam sebelas menit kemudian telepon dari Keiko masuk ke handphone Jack. Membuat iphone tersebut meraung-raung ke seluruh isi rumah. Membangunkan Micky dan membuat Ben yang memang sellau bangun paling pagi muncul di kamar Jack dan melempar iphone itu punggung Jack.
Sekedar catatan, Jack selalu tidur terlengkup kalau kecapaian, sekaligus mengurangi mimik tidurnya yang terlalu kelewat ekpresif.
“Jack, kamu harus menelepon Max sekarang dan menyuruhnya pulang. Aku perlu tidur…..”
Ucapan Keiko membuat Jack melek total. Ia langsung terduduk dan memerjapkan matanya.
“Kamu bilang Max melakukan apa?”

“Dia bilang dia akan menjemputku untuk makan pagi. Ini baru jam 8.”
“Jam 8.” celetuk Jack berusaha mengingat kalau hari ini ia tidak harus bekerja dan sepertinya begitu juga dengan Keiko. Tapi sebetulnya Keiko bekerja apa, Jack tidak tahu.
“Benar, jam 8. Aku tidak pernah bangun sebelum jam 9 atau aku akan menjadi orang menyebalkan yang pernah kamu kenal dan shit,I sound mad. Please, Jack, tolong urus Max, aku betul-betul tidak sanggup menghadapinya pagi ini.”
“okay. Tapi kamu harus tetap pergi hari Sabtu ini. Aku akan menjagamu.”
“Jack……” mohon Keiko.
Oh, Jack suka sekali mendengar suara memohon Keiko. Terutama jika Keiko memohonnya untuk melakukan…
“Jack, aku mohon, bantu aku.”
Jack tersenyum, ia ingin mengabulkan keinginan Keiko. Membuat perempuan itu terbebas dari Max. Tapi ia menginginkan sesuatu dari Keiko juga.
Ia ingin Keiko mengambil keputusannya sendiri dan bersikap tegas kepada Max. Kalau Keiko tidak menginginkan Max, Keiko sendiri yang harus memberitahu Max dan harus muka bertemu muka. Setelah Max melancarkan serangan terbaiknya untuk mempesona Keiko.
Sesederhana itu.
Jadi dengan berat hati, Jack harus menolak permohonan Keiko.
“Aku akan menjagamu. Kamu percaya padaku kan?” desak Jack balik. Sedikit tidak adil memang, mempertanyakan kepercayaan Keiko padanya. Tapi sedikit tekanan akan membuat Keiko berpikir di luar akal sehat.
“Aku tidak akan datang hari Sabtu nanti. Keputusanku sudah bulat, Jack. Kalau kamu tidak mau menghentikan Max, ya sudah. Biar saja sekuriti yang mengurusnya. Aku bisa bersembunyi di dalam rumah sampai besok. No problem.”
“Terserah kamu. Aku yakin Max akan membuat penampakan lain. Dia keras kepala.” dan Jack mengulang kata itu lagi. “Keras kepala.”
“Aku mendengarnya dengan baik Jack. Tapi bukan masalahku kalau dia making scene. Nama Fox-T yang akan terseret. I’m no body.”
“Dia tidak mungkin muncul tanpa persiapan, nona. Aku yakin 200 persen kalau dia muncul dalam penyamaran.”
“Aku bisa mengirim pengawal Yunna untuk mengurusnya. Sekali banting, Max lenyap.”
“Aku tidak yakin temanmu itu dia terluka. Temanmu membutuhkannya dalam keadaan terbaikkan?”
Jack bisa membayangkan bagaimana tampang Keiko sekarang.
Kei pasti sedang menghentak-hentakan kaki kesal karena tidak bisa mendesaknya.
“Fine! Aku akan datang Sabtu nanti. Tapi sedikit saja aku mencium gelagat tidak baik, aku akan kabur. Serius Jack, aku tidak ingin menjadi menjadi sorotan.”
Jack tersenyum. Ia menang.
“Selamat tidur kembali, princess.” ucap Jack dan ia mendengar suara omelan Keiko sebelum hubungan terputus.
Jack langsung menelepon Max, menyuruhnya kembali dalam waktu 15 menit atau Max akan menyesalinya. Ia tidak perlu memberikan alasan padanya, cukup perintah singkat dan Max tahu betapa seriusnya masalah yang akan Max hadapi kalau sampai melanggar perintahnya.
Tidak ada makan malam, makan pagi, makanan apapun juga dan Max itu sangat suka makan.
End of story.
Jack kembali menyeringai, belum lama ia belajar bahasa Inggris, kemampuannya meningkat drastis!
Ia memang berbakat.
Jack bangun dan melihat Ben serta Micky memandanginya dengan sorotan ala Sherlock Holmes. Ada apa lagi sekarang?
“Miss Saturday itu Keiko?” tanya Ben menuduh. Tepat sasaran tapi Jack bisa dengan mudah mengingkari dugaan Ben tersebut.
“Siapa Miss Saturday?” tanya Jack polos, sepolos bayi baru lahir.
“Kencanmu belum lama ini.” jawab Ben singkat.
“Aku tidak kenal perempuan bernama Keiko kecuali perempuan yang bekerja pada Yunna kemarin.” elak Jack lagi.
“Memang orang yang sama. Gawat nih.”
Jack bangkit dan mengambil peralatan mandinya, “Aku tidak mengerti pertanyaanmu Ben. Aku mau mandi.”
Ben menyandar ke lemari, menghalangi Jack untuk mengambil bajunya.
“Jack, aku tidak ingin melihat kamu dan Max bertengkar. Kondisi Fox-T akan runyam kalau kalian sampai berebut perempuan yang sama”
“Kamu terlalu khawatir, Ben.”
Jack mengeser tubuh Ben dan mengambil kaos serta celana panjang.
“Jack, Max serius dengan Keiko. Kemarin malam dia bialng padaku kalau kali ini dia akan memacari Kei. Katanya Kei membuatnya sesak nafas. Kamu mengerti kan?”
Jack menatap Micky. Ia tentu mengerti ucapan Micky. Tapi ia juga tahu kalau Keiko tidak membalas perasaan Max. Jadi yang harus ia lakukan adalah membuat Max sadar secepatnya sebelum perasaan Max semakin kuat.
Semua demi Max sendiri
“Dia tidak menyukainya.” jawab Jack singkat. Ia tidak bisa menyangkal lebih jauh.
“Tapi dia menyukaimu? Apa bedanya, Jack? Kalian tetap akan memperebutkannya.” papar Ben.
“Salah, tidak ada persaingan. Aku hanya berteman dengannya. Tidak ada keinginan untuk merubahnya.”
Benarkah? Lalu kenapa Jack merasa resah?
“Kamu bukan pembohong Jack. Jangan mulai menjadi salah satunya. Kamu menyukai Kei, itu sudah jelas. Max juga menyukai Kei. Posisi Max lebih unggul karena mereka terlihat oleh publik. Sedangkan kalian hanya bermain dalam selimut.”
Jack tahu Ben hanya bermaksud mengucapkan kalimat itu sebagai kiasan tapi ingatan malam saat ia pertama bertemu dengan Keiko berputar di kepalanya dna membuat Jack memerah.
“Kamu sudah tidur dengannya?!” seru Ben tidak senang.
“ngak, ben. Aku tidak tidur dengannya seperti yang kamu pikirkan…”
“Apa bedanya! Kalian tetap tidur bersama dan kamu bilang kalian hanya berteman? Dia cewek murahan yah?”
Buuuuk.
Jack meninju pipi Ben, sesuatu yang tidak pernah Jack lakukan dalam hidupnya.
Ia tidak pernah melayangkan tinju ke siapa pun dan tidak pernah berpikir akan melakukannya hari ini, terhadap teman baiknya juga.
Kepalan tangan kanan Jack berdenyut sakit.
“Damn, it. Jack! Ben memang salah sudah menghina dia tapi kamu tidak perlu meninju wajahnya. Kita artis! Atau kamu sudah lupa semua itu? Yunna tidak akan senang melihat Ben muncul dengan bibi pecah.” ucap Micky sambil mengecek luka Ben dan Ben sega menepis perhatian Micky dan keluar kamar.
“Lihat, Jack. Belum apa-apa kita sudah bertengkar. Aku akan memburu Keiko dan minta dia menjauh kalau kamu tidak segera memutuskan masalah ini.”
“Tidak ada yang boleh menyentuh dia!”
“Jack, santai sedikit.” teriak Micky menengahi.
Tiga laki-laki itu membentuk segitiga berdekatan.
Ben meletakkan tangannya di atas tangan jack yang ternyata sudah mencengkram lengan kiri Ben.
“Selesaikan.” ucap Ben penuh ancaman.
“Aku….”
Dari jauh, terdengar suara Max memanggil Jack. Dari suaranya bisa dipastikan Max juga tidak senang karena sudah dipanggil pulang oleh Jack.
“Selesaikan.” ucap Ben lagi.
Jack melepaskan cengkramannya tepat ketika Max masuk ke dalam kamar.
“Ada apa memanggilku pulang? Aku sedang…” Max segera menyadari ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi. “Ada apa? Kalian bertengkar? Hyung menelepon karena ingin aku bela? Tumben….”
“Selesaikan.” bisik Ben lagi.
“Max, kamu tadi dari tempat Keiko?” tanya Jack tanpa basa-basi dan membuat Max terkejut.
“Kamu tahu? Aku pikir aku sudah cukup diskritif dengan rencanaku.”
“Kamu serius dengannya? Dia teman Yunna…”
“Tentu saja aku serius.” potong Max. “Aku tahu dia teman Yunna lalu kenapa, dia bukan mahluk berdarah dingin seperti pacar Micky. Kei itu cewek paling hangat dan paling ceria yang pernah aku kenal. Kalian pasti akan menyukainya juga kalau sudah mengenalnya.” Max meremas pundak Jack dan tersenyum pada teman-temannya. “Dan aku bermaksud mengajaknya ke Lotte world, sabtu ini. Kalian ikut yah.”
“Aku pikir itu bukan ide yang baik, Max.” Micky angkat suara.
“Justru menurutku itu ide brilian. Dengan kalian ikut, Keiko bisa membaur dengan baik dan tidak ada yang akan mencurigai hubungan kami. Aku juga bisa memperkenalkan kalian padanya dan dia bisa mulai beradaptasi dengan lingkungan kita.”
Jack tidak tahu harus mengatakan apa untuk mematahkan kepercayaan diri Max. Kalau saja ia tidak mengenal Keiko, ia akan mendukung ide tersebut dan membantu Max sepenuh hati.
Jack bisa merasakan pandangan Ben yang menekannya tapi ia harus mulai darimana? Saat ini Max sedang dia tas angin!
“Kamu setuju kan, Jack? Aku tahu kamu pasti setuju! Sejujrunya pendapatmu tentang dia yang paling aku tunggu, Jack.”
Jack merasa satu tusukan dihujamkan ke dadanya.
“Kamu selalu tahu apa yang terbaik untukku.”
Tusukan lain.
“Dan aku percaya padamu.”
Tembakan mati.
Jack tahu inilah saatnya untuk memberitahu Max kalau Keiko tidak menyukai Max dan selesai sudah mimpi indah temannya itu. Selama ini Max selalu menurutinya dan Max tidak akan curiga jika ia berkata Keiko tidak menyukainya.
Jadi Jack mencoba untuk memberikan alasan pada Max. Alasan umum mengapa Max dan Keiko tidak mungkin.
“Dia teman Yunna, kamu belum cukup mengenalnya untuk memastikan dia tidak berdarah dingin seperti Yunna.”
“Kenapa sih kalian terus membawa nama Yunna?”
Jack tidak mengubris protes Micky. “Kamu yakin dia tidak mempermainkanmu Max?”
“Kei bukan orang seperti itu. Dia tidak terkesan dengan popularitasku. Dia tidak terkesan dengan wajah tampanku tapi ia belum tentu tidak terkesan dengan karakterku. Kamu tahu aku bisa menjadi prince charming kalau aku mau. Dan aku mau Keiko.”
Jack menatap mata Max yang membalasnya dengan keyakinan baja.
Apa dia tega memadamkan api di mata itu? Karena ucapan Max benar. Keiko pasti akan terpesona padanya jika Max serius melakukan pendekatan.
Selama ini tidak pernah ada yang menolak Max dan Jack yakin Keiko pun tidak. Tapi bagaimana dengannya?
“Jack…” panggil Micky membuat Jack menoleh pada sahabat terbaiknya itu.
ia tahu arti ucapan Micky, arti tatapan Micky. jack harus memperingati Max ngan lebih…
“Keiko tidak menyukaimu, Max. Kalau dia peduli sedikit saja padamu, dia tidak akan menolak terlihat bersamamu. Kita sudah membahasnya semalam.” tandas Ben tidak sabar.
“Tapi Kei memang benci publisitas. Dia bahkan tidak suka di foto.”
“Tapi Max…” ucap Ben.
Jack tahu Ben mulai kehabisan kata-kata untuk menyampaikan hal ini dengan halus dan Max orang yang terlalu keras kepala jika sudah menyangkut keutusannya.
“Kalian tidak akan percaya ini!” seru Alex, tiba-tiba menerobos masuk ke dalam kamar Jack dan menyalakan TV.
Berita Yunna dan Micky ada dimana-mana disertai gosip kontrak Cleo dengan LIME lalu foto Max dengan Keiko yang sedang berlari, menunjukan punggu mereka.
“Sepertinya badai sedang menghampiri Fox-T minggu ini.” ucap sang reporter. “Benarkah Kim Yunna menjalin kontrak dengan Lime karena Micky Fox-T? Lalu siapa perempuan yang terlihat berlari bersama Max.”
“Sepertinya Valentine datang lebih awal tahun ini, Kim Sam Soon-ssi.” jawab reporter lain membuat spekulasi semakin tinggi. Dan berita terus berputar antara Micky dan Yunna, Lime dan Cleo dan Max serta Keiko.
“Bukankah seharusnya Yunna sudah mengurus masalah ini?” tanya Jack bingung.
“Yunna tidak memiliki kuasa atas LIME, Jack. Kalau Simon berniat mengunakan foto mereka sebagai publikasi maka tidak ada yang bisa menghentikannya.” tutur Micky. “Benarkan, Lex? Simon yang mengijinkan mereka memasang foto Keiko dengan Max.”
Alex membenarkan dengan anggukan lemah, “Aku sudah berusaha menahannya. Tapi menurut Simon kita tidak boleh tanggung-tanggung. Simon menginstruksikan secara mendetail untuk lebih fokus membahas Cleo&Co.”
“Damn it! Kapan dia berhenti mempermainkan kehidupan pribadi kita sebagai public stunt?!” geram Micky.
“Aku keluar dulu.” ucap Jack namun segera ditahan oleh Alex.
“Aku rasa itu bukan ide yang baik. Saat ini pasti sudah ada banyak wartawan di luar sana. Aku diberi perintah untuk memastikan tidak ada seorangpun yang meninggalkan rumah selama 48 jam ke depan…”
“Kira-kira mereka akan mengepung rumah Yunna juga?” tanya Micky khawatir.
“Tidak perlu khawatir. Keamanan di tempat Yunna lebih ketat dari penjara. Tidak mungkin ada yang bisa menyusup ke sana.” jawab Max dan ia dipaksa menjelaskan dengan rinci apa yang diketahuinya dan menceritakan sedikit pertemuan dia dengan Keiko semalam.
Alex menarik Jack diam-diam dan membisikan, “Jack, situasi akan sedikit di luar kendali. Simon bilang pengemar kita tidak akan menerima dengan mudah dua dari Fox-T memiliki pacar. Aku diminta untuk menyiap pelarian darurat seandainya situasi semakin lepas kendali.”
Jantung Jack berdebar dengan kencang.
Situasi lepas kendali?
Melarikan diri?
Simon pasti sudah gila.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s