Damn, I miss you – chapter 18

Jack menatap Keiko.

Apa kata perempuan itu tadi? Mereka tidak berpacaran?!
Jack ingin menjedut kepala Keiko atau mungkin mencium perempuan itu lagi untuk mengingatkannya pada kejadian 10 menit yang lalu sebelum semua temannya ini muncul!
Mereka jelas-jelas sedang bercumbu dan masalah berpacaran hanya sekedar masalah kapan dan sungguh itu tidak begitu penting!

Yang penting, mereka sama-sama saling suka, sama-sama saling memiliki.

Tapi rupanya ia salah bukan! Keiko dan ia perlu ketegasan akan status mereka. Perlu penjelasana dan perkataan pasti akan hubungan mereka yang amat ribet ini.
Jack menatap mata Keiko dalam-dalam dan tahu kalau Keiko menyerahkan seluruhnya ketangan Jack.

Kalau detik ini ia berkata pada keempat temannya bahwa ya, benar, mereka saling mencintai maka hubungan mereka akan diakui. Mereka keluar senagai pasangan dan tidak akan ada yang menganggu mereka.
Keiko sepenuhnya menjadi miliknya, tidak ada lagi kegalauan, kesalah pahaman dan tentu saja tidak adalagi ketidak jelasan diantara mereka.
Jack bahkan boleh membawa Keiko pulang ke rumah orang tuanya, memperkenalkan perempuan itu secara mekeluargaan dan membuat ibu dan kedelapan kakaknya menhela nafas lega, berpeluk menangis haru atau melepaskan coyote untuk menyoraki berakhirnya masa lajang seorang Jack.

Tapi kemudian mata Jack bertubrukan dengan Micky dan Max.
Detik itu Jack tahu apa yang sebaiknya harus ia lakukan. Apa yang harus ia perbuat saat ini untuk memperbaiki keadaan.
Pastinya bukan tindakan efois seperti menarik Keiko, dan mengecup bibir perempuan itu dan menyatakan kalau mereka memang ditakdirkan bersama.
Tidak, kalau Jack melakukan hal itu, hati Max akan hancur berantakan. Hubungan Mickydan Yunna tidak akan memiliki masa depan dan persahabatan dalam Fox-T akn hncur berntkan.

“Tidak, aku dan Kei hanya berteman. Aku minum terlalu banyak malam ini, dia juga dan aku minta maaf.”

Satu tinju keras menghantam rahang Jack, membuat dirinya terlempar dan terhuyung hingga menabrak meja TV.

“Kamu pikir kamu jagoan ya?!” amuk Max dan kembali meninju rahang Jack. “Kamu pikir aku akan percaya ucapanmu?!”

“Max, stop, stop..” lerai Micky.

“Kamu tidak apa, Jack?” tanya Alex yang mendadak sudah berdiri di antara Jack dan Max, menaikan dagu Jack untuk memeriksa, namun Jack segera menepisnya. Sementara Ben dan Micky memegangi Max, menjauhkan laki-laki besar itu darinya.
Sial, Ia tidak butuh simpati teman-temannya terutama saat ia mengkhianati kepercayaan teman-temannya ini!

“Kamu dengar, Jack? Aku bilang, semua ini bullshit! Kamu bukan orang yang sembarangan berhubungan dengan perempuan, terlepas dari masa lalu kamu, kamu tidak pernah memulai inisiatif untuk mendekati perempuan! So, jangan bilang kamu tidak memiliki perasaan pada Keiko.” teriak Max, terus menuding. Ia menyeret Micky dan Ben dalam prosesnya.

“Max…please…. Kamu tidak perlu main tangan. Aku tahu apa yang kami lakukan salah, but don’t you think kamu kelewatan memukul abangmu?” potong Keiko.

“Jangan bela dia, Kei.” kemarahan Max sekarang ditujukan pada Keiko, “Dia menipuku dan aku ingin tahu kenapa dia terus berbohong.”

Okay, ini tidak bagus, pikir Jack. Keiko tidak tahu sejauh apa amarah Max dan berbicara dengan akal sehat jelas tidak sanggup dilakukan oleh adik kecilnya ini sekarang. Jack harus memikirkan sesuatu untuk mengalihkan perhatian Max dari Keiko.

“Aku yang memintanya. Aku tidak suka tertimpa gosip dan berhubungan dengan kalian jelas membuat hidupku susah.” jawab Keiko.

Oh, ow, jawaban yang salah.

Damn it, sekarang Jack betul-betul harus menyelamatkan Keiko dari…

PLAAAAKK…
Suara tamparan kencang terdengar mengema di ruangan. Membungkam teriakan dan semua orang di kamar itu.
“Cukup! Aku sudah muak mendengar ucapan itu! Kamu sama sekali tidak berhak berada di tempat ini dan dicintai oleh dua temanku yang bodoh ini!” ucap Ben mengelegar dan penuh kebencian. “Aku sudah meminta Jack untuk menanganinya sendiri senbelum situasi semakin tidak terkendali. Aku benci mengatakan ini, tapi kamu Kei, sama sekali tidak pantas menjadi sumber kekacauan tim kami. Kamu yang tidak menghargai kerja keras seorang seniman dan pengorbanan yang kami lakukan tidak pantas berada di sini.”

Keiko tersenyum tipis kemudian membungkuk 90 derajat sebelum meninggalkan kamar secepat kilat.
Meninggalkan semua orang dalam keadaan terperangah. Termasuk Ben yang terus menatap tangannya. Tidak percaya dengan apa yang telah ia lakukan.
Perlu sepuluh detik untuk Jack memulihkan diri, ia tidak pernah melihat Ben sengamuk itu. Tapi Max pulih lebih cepat dan sudah menjengut kerah baju Ben terlebih dulu dan memojokan Ben.

“Kamu sudah gila ya? Dia perempuan! Kenapa kamu main tangan dengannya?!”

“Aku….aku…” ucap Ben gelagapan.

Jack turun tangan dan menarik tangan Max dari kerah Ben. “Max, lepaskan Ben, sudah cukup.”

Max menatap Jack bingung, “Kamu tidak marah?! Dia sudah menampar Keiko!”

“Aku marah, tapi memukul Ben tidak akan membuat perasaan Keiko lebih baik. Sebaiknya kamu mencari dia, Kei tidak punya kamar lain. Yunna sudah kembali ke Seoul tadi siang.”

“Kamu masih mau bertindak sok pahlawan? Kamu pikir aku senang kamu mengalah, Jack?”

“Mengalah? Padamu, Max? Asal kamu tahu, aku tidak prnah sedikit pun merelakan Keiko untukmu. Aku mencintai dia sama seperti kamu mencintai Keiko. Tapi memutuskan untuk memberi Keiko kebebasan memilih. Aku hanya tidak memberitahumu aku dekatnya karena aku sudah berjanji pada Keiko untuk menunggu hubungan Micky dan Yunna lebih stabil. Keiko takut kamu berpikir kalau Keiko ada andil dalam menjodohkan kalian.” ucap Jack pada Micky yang semakin terperangah. “Menurutnya kamu pasti akan mundur kalau tahu kamu mendapat dukungan dari sahabat Yunna. Kei mau kamu meluruhkan hati Yunna dengan kekuatanmu sendiri dan menurutku Micky memang perlu berjuang sedikit sekali-sekali sebab kamu tidak mungkin menemukan perempuan hebat seperti Yunna dalam kehidupan lain.”

“Jadi semua ini karena aku?” tanya Micky tidak percaya kalau ia sudha menjadi sumber percecokan.

Jack mengeleng, “Semua karena aku mencintai Keiko bahkan sebelum aku sadari. Aku terlalu takut megakui kalau Keiko is the one dan kerelaanku untuk menyenangkan hatinya sampai pada tahap aku tidak memikirkan kalian.”

Beberapa menit berlalu dalam keheningan.
Semua menyerapi ucapan Jack dan saling menyesali diri.

“Maaf, aku tidak bermaksud memukul Kei.” ucap Ben memecahkan keheningan, ” Aku marah sebab dia, perempuan yang membuat dua orang yang paling aku kagumi bertekuk lutut tidak juga mampu menghargai Fox-T.”

“Katakan sendiri padanya, Keiko bukan orangyang pendendam.” ucap Jack disertai seringaian canda. Ia tahu Ben akan merasa tenang jika tahu ia sudah memaafkan Ben.

“Kamu betul-betul tidak akan menyusulnya?” tanay Max saat ia berada di pintu bersama Ben untuk mencari Keiko.

Jack mengeleng dan tersenyum letih.

“Aku perlu waktu untuk memulihkan diri, tinjumu ini bisa membuat masalah untukku.”

“Maaf”

“Temukan dia, dan aku akan memaafkanmu.” ucap Jack dan dijawab dengan anggukan mantap oleh Max dan Ben.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s