Someday – #FF2in1 part 2

Ryan berdiri di bawah rintik hujan dengan kedua tangan memeluk tubuhnya. Hujan memang tidak turun terlalu deras, namun angin dan cuaca dingin membuat tubuh Ryan mengigil.

Ia mendesah, tahu kalau Ryan tidak seharusnya berada di tempat ini. Ia tidak boleh terus kembali ke sini. Nasib dan hujan yang membawanya berteduh di tempat kerja Suki.

Nasib, hujan dan kerinduannya pada perempuan itu.

Ryan menoleh ke dalam cafe dan melihat perempuan pemilik hatinya itu sedang merapikan meja. Ia berharap Suki juga bersedia merapikan dirinya.

Ia tidak tahu sejak kapan segalanya berubah salah dalam hubungannya dengan Suki. Tapi ia bersedia memperbaiki semua itu asal Suki bersedia kembali padanya.

Ryan melihat Suki masuk ke dalam ruangan belakang cafe.

Maybe Someday…. ia akan memiliki keberanian untuk melepaskan kenangan mereka

Maybe Someday…. ia akan kepercayaan untuk membiarkan semuanya menjadi masa lalu.

But not today…. hari ini Ryan masih percaya mereka memiliki hari esok. Ia percaya mereka berhak mendapatkan kesempatan kedua.

Yang ia harus lakukan hanya, masuk ke dalam, berlutuk di hadpan Suki dan meminta perempuan itu kembali.

Ryan memutar tubuhnya dan siap mendorong pintu Cafe. Namun pintu mendadak didorong, oleh seorang laki-laki dan Suki menyambut laki-laki itu.

Ryan tersenyum kecut.

Someday….

Advertisements
Posted in Uncategorized Tagged

In Devil’s Arm – part 18

Prue berjalan kembali ke area bar dan menemukan Patrick duduk seorang diri.

“Mereka sudah kembali duluan. Kenapa kamu lama sekali? Apa Sherly berkata sesuatu padamu?” tanya Patrick beruntun. Prue bahkan belum sempat menempelkan pantatnya ke atas bangku.

“Apa ada sesuatu yang harus aku ketahui dari Sherly?” Prue tahu ia tidak seharusnya bersikap sesinis ini, tapi ia tidak bisa mengontrol dirinya. Continue reading

In Devil’s Arm – part 17

“Hai.” ucap Sherly dengan senyum mempesonanya pada Dominique.

“Hai.” jawab Dominique ragu. Ia tidak yakin apa tujuan Sherly mendatanginya malam-malam seperti ini tapi tidak urung, ia mempersilakan Sherly masuk juga. Dominique mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Tampaknya malma ini akan menjadi malam yang panjang.

Sherly mengidarkan pandangannya ke seisi ruangan. Matanya bertubrukan dengan laptop yang terbuka di atas meja. Penasaran, ia meraih laptop tersebut, bermaksud memutarnya namun Dominique segera menyambar benda itu dan menutupnya. Continue reading

Bagian Dirimu (A Part of You) – 2

Tawa Adam menyusup kembali. “Kamu kelihatan lucu kalau kaget begitu. Usulku terlalu mengejutkan ya?” tanya Adam yang tidak langsung dijawab oleh Amanda. Perempuan itu masih sibuk dengan pikirannya sendiri. 

Adam membalikkan badan dan kembali menatap lukisan di hadapannya. “Sekali-sekali aku ingin diingat sebagai sesuatu selain seorang striker.”  Continue reading