In Devil’s Arm – part 18

Prue berjalan kembali ke area bar dan menemukan Patrick duduk seorang diri.

“Mereka sudah kembali duluan. Kenapa kamu lama sekali? Apa Sherly berkata sesuatu padamu?” tanya Patrick beruntun. Prue bahkan belum sempat menempelkan pantatnya ke atas bangku.

“Apa ada sesuatu yang harus aku ketahui dari Sherly?” Prue tahu ia tidak seharusnya bersikap sesinis ini, tapi ia tidak bisa mengontrol dirinya. Continue reading

Advertisements

In Devil’s Arm – part 17

“Hai.” ucap Sherly dengan senyum mempesonanya pada Dominique.

“Hai.” jawab Dominique ragu. Ia tidak yakin apa tujuan Sherly mendatanginya malam-malam seperti ini tapi tidak urung, ia mempersilakan Sherly masuk juga. Dominique mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Tampaknya malma ini akan menjadi malam yang panjang.

Sherly mengidarkan pandangannya ke seisi ruangan. Matanya bertubrukan dengan laptop yang terbuka di atas meja. Penasaran, ia meraih laptop tersebut, bermaksud memutarnya namun Dominique segera menyambar benda itu dan menutupnya. Continue reading

Bagian Dirimu (A Part of You) – 2

Tawa Adam menyusup kembali. “Kamu kelihatan lucu kalau kaget begitu. Usulku terlalu mengejutkan ya?” tanya Adam yang tidak langsung dijawab oleh Amanda. Perempuan itu masih sibuk dengan pikirannya sendiri. 

Adam membalikkan badan dan kembali menatap lukisan di hadapannya. “Sekali-sekali aku ingin diingat sebagai sesuatu selain seorang striker.”  Continue reading

Lovely Temptress – 4

“Kenapa lama?” tanya Celia begitu Larry duduk.

Satu alis Larry menukik, mengingat segala kerepotan yang ia alami tadi. Sedikit banyak dan dalam ketidak sengajaan ia telah membantu anak ini melarikan diri bukan?

Tadi ia menyadari kalau wajag bapak tersebut mirip dengan Celia. Mereka sama-sama mempunyai wajah berbentuk hati, mata belo dan  alis melengkung seperti bulan sabit. Continue reading

Lovely Temptress – 3

Belum selesai rasa terkejut Larry, tiba-tiba Celia menarik koper miliknya dan berlari panik. Menabrak beberapa bangku dan berlari menuju ke….

Kemana perempuan itu pergi?

Dengan mata terpicing, Larry menatap punggung Celia yang sekarang sudah cukup jauh, menghilang di antara kerumunan orang. Tapi dengan kaos merah menyalak milik Celia, rasanya mustahil bersembunyi juga. Continue reading