In Devil’s Arm – part 17

“Hai.” ucap Sherly dengan senyum mempesonanya pada Dominique.

“Hai.” jawab Dominique ragu. Ia tidak yakin apa tujuan Sherly mendatanginya malam-malam seperti ini tapi tidak urung, ia mempersilakan Sherly masuk juga. Dominique mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Tampaknya malma ini akan menjadi malam yang panjang.

Sherly mengidarkan pandangannya ke seisi ruangan. Matanya bertubrukan dengan laptop yang terbuka di atas meja. Penasaran, ia meraih laptop tersebut, bermaksud memutarnya namun Dominique segera menyambar benda itu dan menutupnya. Continue reading

Advertisements

Damn, I love you – chapter 7

Apapun rencana Yunna untuk hari ini. ia terpaksa membatalkannya. Seharian ini ia terus disibukan oleh pekerjaan, meeting, konsultasi dan seribu satu macam masalah. Yunna sampai harus membatalkan beberapa janjinya agar ia bisa makan siang dengan tenang.

“Missy, kalau aku tidak mengenalmu, aku akan menganggap kamu sedang melarikan diri dari tanggung jawab.” omel Big saat ia menemukan Yunna berjemur di atap gedung.

Yunna mengintip dari balik kacamata hitamnya dan kembali memasang tampang cuek. Sekali-sekali boleh dong ia bersikap sesukanya. Matanya berkunang-kunang karena terlalu banyak melihat model pakaian dan pola. Continue reading