In devil’s arm – part 14

8:00 a.m

“Patrick? Kamu sudah kemabli?” pekik Kakek Gunawan. “Oh, aku selalu tahu kakek tua itu tidak akan sanggup membiarkan kamu jauh darinya.”

Patrick menerima sambutan hangat dan peluk dari palayan utama keluarga Adiputra. Pak Gunawan ini lebih tua beberapa tahun dari Kakek dan sering kali bertindak sebagai pelindung Patrick saat dulu ia masih tinggal di rumah ini. Continue reading

Advertisements

Double Matters – act 23

Punggungku terasa sakit luar biasa saat aku berusaha mengangkat tangan kananku. Kubuka mata, menatap langit-langit kusam klinik kampus. Kehela nafas panjang.
Akhirnya aku pingsan juga tadi. Kerumunan orang selalu menjadi musuh orang penyakitan sepertiku.
Aku meringkis saat mencoba menaikan lengan kanan. Dengan tangan satunya, kupijit-pijit bahu kananku itu. Sepertinya cedera bahuku lumayan parah nih.
Kira-kira papa mama ngomong apa ya? Mereka pasti mentertawakan kebodohanku. Lalu Mario akan kembali menobatkan diriku sebagai adik cowoknya.
Sial, harusnya aku tidak perlu berlaga pahlawan dan melindungi Donna!
Ngomong-ngomong siapa yang membawaku ke sini ya? Continue reading

Double Matters – 22

Aku duduk di kantin. Mengaduk-aduk bubur yang pastinya sekarang semakin encer.

Maap, Pak Maman, tapi asli aku tidak nafsu makan. Pusing memikirkan strategi mempertahankan Ethan. Bukan artinya Ethan ingin menjauh juga, tapi saat ini tidak ada kejelasan status diantara kami.

Aku tidak tahu bagaimana perasaan Ethan padaku. Dia tetap baik, perhatian dan kami sudah berciuman. Continue reading

In Devil’s Arm

Synopsis

Prudence di mata Dominique:

1. Assiten Pribadi paling sempurna di dunia. (Padahal daftar mantan asistennya lebih panjang dibanding mantan presiden Amerika Serikat)

2. Dapat diandalkan. (Dalam segala hal: dari urusan presentasi di depan calon klien sampai di depan calon pacar, mantan pacar (?) , orang tua dsb, dsb)

3. Satu-satunya perempuan yang tidak dapat dibohongi olehnya dan

4. Tidak boleh disentuh olehnya. (Quote dari kontrak kerja PT. SEJAHTERA: Demi kelangsungan pekerjaan dan kesejaterahan bersama, dilarang ada yang berpacaran di PT.SEJAHTERA).

Jadi Dominique memperlakukan Prue selayaknya ia memperlakukan karyawannya, sepantas dan sewajarnya. Setidaknya sampai kepulangan sepupunya, Patrick.

Dan bagi Patrick, Prudence itu:

1.Satu-satunya mantan pacar yang Patrick punya.

2. Cewek ceroboh, kekanak-kanakan dan tidak bisa dibiarkan bekerja sendiri.

3. Dulu ia cinta, sekarang ia cinta, dan selamanya ia cinta.

4. The only person that matter!

…. and the stories begin ketika tiga orang ini bertemu kembali dan dipaksa bekerja sama. Continue reading

In devil’s arm – part 13

Patrick terpana, memandangi Prue penuh tanya, bertanya juga pada dirinya apa dia sedang bermimpi atau betul tadi Prue berkata bahwa ia diberi kesempatan kedua.

Ia sampai menepi di pinggir jalan. Tidak baik berkendara dalam kondisi shock, otak buntu dan kesulitan memusatkan pikiran.

Saat ini ia hanya sanggup memandangi Prue, sambil meremas setir. Ia juga memikirkan kemungkinan Prue sedang mengerjainya. Pembalasan lebih terdengar masuk akal baginya. Continue reading